Home Berita Program IJD Percepat Akses, Petani Aceh Tenggara Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Program IJD Percepat Akses, Petani Aceh Tenggara Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Share

JAKARTA, LINTAS – Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan warga Kabupaten Aceh Tenggara setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan penanganan ruas Lawe Kinga–Simpang Seberang sepanjang 4,8 kilometer.

Peningkatan jalan yang dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pelaksanaan Program Inpres Jalan Daerah merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan jalan tidak hanya meningkatkan kualitas permukaan, tetapi juga memperhatikan aspek geometrik sehingga dapat dilalui dua kendaraan roda empat yang berpapasan secara aman.

Peningkatan konektivitas jalan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat rantai pasok pangan nasional, mulai dari kawasan produksi hingga pasar.

“Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir serta menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan. Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan,” kata Dody dikutip Minggu (26/7/2026).

Lebih Nyaman dan Aman

Salah seorang warga Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Yasin, mengaku kondisi jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini berubah menjadi lebih nyaman dan aman. Menurutnya, peningkatan jalan sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari, khususnya dalam distribusi hasil pertanian.

“Kami dari Desa Lawe Serke mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian PU. Dengan adanya proyek IJD ini kami bisa lebih nyaman pergi ke ladang untuk mengambil hasil panen. Semoga ke depan program IJD terus berlanjut dan semakin bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” ujar Yasin.

Di tingkat provinsi, Program IJD telah menjangkau berbagai wilayah di Aceh. Berdasarkan rekapitulasi teknis, sebanyak 33 ruas jalan di 19 kabupaten/kota telah ditangani dengan total panjang mencapai 118,73 kilometer.

Seluruh pekerjaan difokuskan pada preservasi jalan melalui peningkatan struktur yang lebih kuat, meliputi lapis pondasi bawah (LPB) setebal 15 sentimeter, lapis pondasi atas (LPA) setebal 20 sentimeter, serta lapisan permukaan menggunakan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) setebal 6 sentimeter guna meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban lalu lintas.

Program ini juga menyasar berbagai kawasan strategis di Aceh, mulai dari wilayah kepulauan, pesisir hingga pegunungan. Di Kabupaten Simeulue misalnya, dilakukan preservasi Jalan Blang Seubel–Badegong sepanjang 2 kilometer yang menjadi jalur utama distribusi hasil bumi masyarakat kepulauan.

Sementara di Kabupaten Aceh Jaya, preservasi Jalan Tanoh Manyang–Seumira Seksi II sepanjang 5,4 kilometer memperkuat akses menuju sentra produksi lokal. Adapun di Kabupaten Aceh Besar, pemerintah meningkatkan kualitas dua ruas jalan daerah sepanjang total 13,6 kilometer guna memperkuat konektivitas kawasan penyangga ekonomi. (CHI)

Baca Juga: Kementerian PU Salurkan Air Bersih di WS Ciliwung Cisadane untuk Wilayah Kekeringan

Oleh:

Share