JAKARTA, LINTAS — Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah rampung. Tahap selanjutnya memasuki proses uji coba operasional dan layanan yang mulai dilakukan pada Kamis (10/9/2026).
Uji coba tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum LRT Jakarta Fase 1B memasuki tahap operasional secara penuh. Rangkaian pengujian dilakukan untuk melihat kesiapan perjalanan kereta, layanan penumpang, sarana dan prasarana, serta personel yang akan mendukung pengoperasian.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan, uji coba memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat dan merasakan langsung layanan transportasi berbasis kereta api tersebut pada rute Kelapa Gading-Manggarai.
Namun, jadwal operasional berikutnya belum ditetapkan. Penentuan jadwal masih menunggu hasil keseluruhan rangkaian uji coba dan evaluasi dari pihak terkait.
“Pada keterangan sebelumnya, kami menginformasikan terkait jadwal waktu operasional terbatas. Namun saat ini informasi tersebut masih bersifat dinamis dan belum pasti, karena menunggu hasil keseluruhan uji coba,” ujar Paulus dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Stasiun MRT Bundaran HI Tambah Ruang 4.400 Meter Persegi, Progres Capai 23,52 Persen
Pembangunan LRT Fase 1B Rampung
Paulus menyebut seluruh tahapan pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B dengan nilai sekitar Rp4,1 triliun telah diselesaikan. Menurut dia, aspek keselamatan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan proyek tersebut. LRT Jakarta Fase 1B telah melalui berbagai rangkaian pengujian sebagai bagian dari persiapan menuju operasional.

“Kami bersyukur akhirnya masyarakat bisa segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B yang kami bangun penuh ketelitian dan perhitungan demi memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang,” kata Paulus.
Dalam pengerjaannya, Waskita Karya juga menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Proyek tersebut mencatat 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja atau lost time injury (LTI).
Paulus mengatakan pencapaian tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang berada di kawasan perkotaan dengan tingkat aktivitas dan lalu lintas yang tinggi.
LRT Jakarta Fase 1B Memiliki Lima Stasiun
LRT Jakarta Fase 1B memiliki jalur sepanjang 6,4 kilometer dengan lima stasiun, yakni Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Kelima stasiun tersebut dirancang untuk mendukung integrasi dengan berbagai moda transportasi umum lainnya. Kehadiran jalur baru ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas perjalanan masyarakat di Jakarta, khususnya dari kawasan Kelapa Gading menuju Manggarai.
Selain mendukung mobilitas, penggunaan transportasi umum berbasis kereta juga dinilai dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan emisi karbon.
“Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung modernisasi dan konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan. Penggunaan transportasi umum dapat mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) yang sejalan dengan target pemerintah,” tutur Paulus.
Uji Coba Libatkan Media dan Kreator
Uji coba yang berlangsung pada Kamis (10/9/2026) turut melibatkan sejumlah peserta dari kalangan media dan kreator. Peserta berasal dari media cetak dan elektronik, media luar ruang atau out-of-home media, media daring, Key Opinion Leader (KOL), hingga content creator.
Keterlibatan peserta menjadi bagian dari pengenalan layanan sekaligus memberikan gambaran mengenai kesiapan operasional dan fasilitas LRT Jakarta Fase 1B kepada masyarakat.
Dalam uji coba tersebut, perjalanan dilakukan dengan rute Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai dan kembali ke Stasiun Kelapa Gading.
Selama pengujian, LRT Jakarta berjalan dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam dan kapasitas layanan maksimal 100 penumpang.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan uji coba dilakukan tidak hanya untuk melihat perjalanan kereta, tetapi juga mengevaluasi kesiapan layanan secara keseluruhan.
“Uji coba ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat, tetapi juga memastikan kesiapan layanan secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia (people), proses pelayanan (process), maupun sarana dan fasilitas pendukung (facility),” ujar Iwan.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan manfaat konektivitas transportasi publik yang semakin terintegrasi di Jakarta.
Evaluasi Dilakukan Bertahap
Iwan menjelaskan, proses uji coba LRT Jakarta Fase 1B dilakukan secara bertahap dan terukur dengan evaluasi berkelanjutan.
Tahapan tersebut mencakup pengujian perjalanan, peningkatan kapasitas layanan, hingga optimalisasi waktu tunggu kereta. Kesiapan sistem, sarana, dan personel juga dipantau selama proses berlangsung.
Evaluasi tersebut dilakukan sebagai persiapan sebelum LRT Jakarta Fase 1B memasuki tahap operasional penuh. Dengan demikian, layanan yang nantinya diberikan kepada masyarakat diharapkan memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan keandalan. (CHI)
Baca Juga: Manifest Penumpang Jadi Perhatian Kemenhub, Sistem Verizy dan Inaportnet Didorong Terhubung











