Home Berita Kementerian PU Siapkan 10 Proyek Tol “Unsolicited” untuk Investor 2027

Kementerian PU Siapkan 10 Proyek Tol “Unsolicited” untuk Investor 2027

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan 10 proyek jalan tol unsolicited yang akan ditawarkan kepada investor pada 2027. Sejumlah proyek tersebut kini berada dalam berbagai tahap persiapan, mulai dari pemutakhiran studi kelayakan hingga penyusunan desain dan proses perizinan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Dedy Gunawan mengatakan, banyaknya proyek unsolicited menunjukkan sektor jalan tol masih memiliki daya tarik bagi investor.

“Untuk unsolicited, ini cukup banyak, sampai hari ini ada 10, artinya menggambarkan bahwa tol masih cukup lukratif dan masih cukup menarik untuk investor,” kata Dedy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI yang dipantau melalui siaran TV Parlemen, Rabu (9/9/2026).

Menurut Dedy, proyek-proyek tersebut tidak berada pada tahap yang sama. Sebagian masih menjalani pemutakhiran feasibility study (FS), sementara proyek lainnya telah masuk penyusunan basic design, perizinan hingga pendampingan menuju financial close.

Salah satu proyek yang masuk daftar adalah Semarang Harbour Toll Road. Proyek ini dinilai strategis karena berkaitan dengan rencana pembangunan Giant Sea Wall dan saat ini masih menjalani pemutakhiran FS.

Baca Juga: MRT Jakarta Siapkan “Placemaking” Kota Tua, Utamakan Pejalan Kaki dan Ruang Hijau

Kemudian terdapat Ruas Caringin-Cisarua yang tengah memasuki tahap finalisasi basic design. Sementara Ruas Pejagan-Cilacap berada dalam proses basic design dan perizinan yang ditargetkan berjalan pada 2027.

Proyek lainnya adalah Ruas Bitung-Serpong. Dedy mengatakan basic design proyek tersebut telah selesai dan pada tahun depan akan dilanjutkan dengan pendampingan proses perizinan.

Tol Jatimulya-Soetta Disiapkan Terhubung Jaringan Tol

Kementerian PU juga menyiapkan Ruas Jatimulya-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Jalan tol ini dirancang untuk menghubungkan kawasan Jatimulya dengan Bandara Soekarno-Hatta sekaligus membuka konektivitas lanjutan menuju jaringan tol Lebak Bulus-Cilandak.

“Jatimulya-Bandara Soekarno-Hatta, ini menghubungkan bandara ke arah Jatimulya yang nanti next ke depannya akan terhubung dengan tol Lebak Bulus-Cilandak,” ujar Dedy.

Saat ini, proyek Jatimulya-Bandara Soetta masih dalam tahap finalisasi basic design. Kementerian PU menargetkan pendampingan proses perizinan dapat dilakukan pada 2027.

Dua proyek lainnya yang baru masuk dalam daftar unsolicited adalah Ruas Cikunir-Karawaci dan Ruas Tomang-Pluit. Kedua proyek tersebut baru masuk daftar pada pekan sebelumnya dan akan mendapatkan pendampingan untuk proses FS serta basic design.

“Ini akan terkoneksi juga dengan Pluit-Bandara dan Tomang-Pluit, ini mungkin elevated, kami akan mendampingi proses di FS dan basic design,” kata Dedy.

Proyek Non-Tol Juga Masuk Penyiapan

Selain jalan tol, Kementerian PU menangani proyek unsolicited non-tol, salah satunya Penggantian Jembatan Cihaliwung Sumatera. Proyek tersebut telah memasuki tahap open technology dan selanjutnya akan mendapatkan pendampingan untuk proses perizinan serta prakarsa.

Kementerian PU juga mendampingi prakarsa proyek perlintasan sebidang kereta api di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang masih berada dalam proses perizinan. Di sisi lain, pemerintah melakukan optimasi terhadap sejumlah proyek tol agar dapat berjalan dengan dukungan pemerintah yang lebih terbatas atau tanpa dukungan pemerintah.

Salah satunya Ruas Pejagan-Cilacap yang juga disebut sebagai proyek solicited. Kementerian PU tengah melakukan optimasi terhadap proyek tersebut. Jika memungkinkan dibangun tanpa dukungan pemerintah, ruas tersebut akan diperpanjang hingga Ajibarang dan ditargetkan dapat dilelang pada 2027.

Optimasi serupa dilakukan terhadap Bandung Interurban Toll Road agar proyek tersebut dapat berjalan tanpa membutuhkan dukungan pemerintah. Sementara itu, Ruas Sentul-Karawang Barat yang sebelumnya berstatus unsolicited telah dialihkan menjadi proyek solicited. Kementerian PU akan melakukan optimasi dan apabila proyek tersebut dinilai tidak membutuhkan dukungan pemerintah, proses lelang akan dilanjutkan.

Cikunir-Ulujami dan Bogor-Serpong Masuk Tahap Lanjutan

Untuk proyek unsolicited lainnya, Kementerian PU juga mendampingi JORR Elevated Cikunir-Ulujami. Proyek tersebut saat ini berada dalam tahap financial close serta penyusunan Detailed Engineering Design (DED).

Sementara Ruas Tol Bogor-Serpong via Parung telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 2025. Saat ini proyek tersebut memasuki proses penetapan lokasi (penlok) di Jawa Barat dan Banten serta penyusunan DED.

Anggaran DJPI Kementerian PU Turun 10,78 Persen

Penyiapan berbagai proyek tersebut dilakukan di tengah penurunan pagu anggaran Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU untuk 2027. Pagu anggaran DJPI ditetapkan sebesar Rp 131,27 miliar, turun sekitar 10,78 persen dibandingkan alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp 147,13 miliar.

Anggaran tersebut terdiri atas belanja pegawai sekitar Rp 56,43 miliar, belanja barang sekitar Rp 74 miliar, dan belanja modal sekitar Rp 800 juta. Dari belanja barang, Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Bina Marga memperoleh alokasi sekitar Rp 30,65 miliar. Anggaran itu antara lain digunakan untuk penyiapan dokumen proyek dan peningkatan tata kelola.

Dedy mengatakan DJPI masih menghadapi kekurangan anggaran sekitar Rp 25 miliar. Untuk menutup kebutuhan tersebut, Kementerian PU akan mendorong pengembangan proyek unsolicited serta mengusulkan grant atau hibah kepada lembaga terkait. (CHI)

Baca Juga: Sempat Lumpuh Total, Jalur Blangkejeren–Aceh Tenggara Kini Bisa Dilalui

Oleh:

Share