Home Berita Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Ruang Tumbuh Bibit Atlet dari Daerah

Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Ruang Tumbuh Bibit Atlet dari Daerah

Share

JAKARTA, LINTAS — Fasilitas olahraga menjadi bagian penting dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya membangun ruang belajar dan fasilitas penunjang pendidikan, tetapi juga menghadirkan sarana olahraga yang dirancang untuk mendukung kesehatan, pembentukan karakter hingga pengembangan potensi siswa.

Salah satunya berupa lapangan sepak bola yang dibangun dengan mengacu pada parameter teknis lapangan berstandar internasional. Fasilitas tersebut dihadirkan di sejumlah Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di berbagai daerah.

Kementerian PU telah membangun 93 Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 32 sekolah dilengkapi lapangan sepak bola, terdiri atas 25 sekolah yang memiliki lapangan sepak bola sekaligus jogging track dan tujuh sekolah dengan lapangan sepak bola tanpa jogging track.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga mendorong siswa menerapkan pola hidup sehat serta mengembangkan kemampuan nonakademik.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan sekaligus fasilitas yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa sekolah. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” kata Dody.

Lapangan Mengacu Standar FIFA

Untuk 25 Sekolah Rakyat yang dilengkapi jogging track, pembangunan fasilitas olahraga memperhatikan sejumlah parameter teknis lapangan sepak bola internasional.

Lapangan memiliki ukuran 105 meter x 68 meter, yang mengacu pada ukuran lapangan sepak bola yang digunakan dalam standar FIFA.

Di sekeliling lapangan juga dibangun jogging track dengan lapisan karet atau rubber. Fasilitas ini dapat digunakan siswa untuk berbagai aktivitas, mulai dari berlari, latihan kebugaran hingga kegiatan ekstrakurikuler.

Aspek konstruksi juga menjadi perhatian. Sistem drainase dibuat berlapis untuk memastikan air dapat dialirkan dengan baik sehingga kondisi permukaan lapangan tetap terjaga.

Sementara itu, permukaan lapangan menggunakan rumput jenis Zoysia matrella yang dipilih untuk memberikan permukaan yang nyaman dan aman bagi aktivitas olahraga siswa.

Pemilihan rumput, lapisan dasar, sistem drainase hingga pengelolaan permukaan lapangan menjadi bagian dari perencanaan fasilitas agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.

Beberapa Sekolah Rakyat yang telah dilengkapi fasilitas lapangan sepak bola standar internasional dan jogging track antara lain Sekolah Rakyat Jawa Timur IV di Banyuwangi, Sekolah Rakyat Jawa Timur III di Kediri, serta Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Bukan Sekadar Fasilitas Olahraga

Pembangunan fasilitas olahraga tersebut memiliki fungsi yang lebih luas. Lapangan dan jogging track dapat menjadi ruang bagi siswa untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus belajar mengenai disiplin, kerja sama dan sportivitas.

Fasilitas itu juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga sejak dini.

“Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 pada 9 September 2026 menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur olahraga merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia”

Dengan tersedianya fasilitas olahraga yang memadai di lingkungan sekolah, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan karakter dan potensi prestasi.

Kawasan Pendidikan Terpadu

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan sekitar 5–10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah.

Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP hingga SMA. Selain ruang kelas, fasilitas yang disiapkan mencakup laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru serta berbagai fasilitas penunjang.

Sekolah juga dilengkapi kantin sehat, klinik, ruang ekstrakurikuler, ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

Menurut Dody, dengan konsep tersebut, Sekolah Rakyat tidak hanya dirancang sebagai tempat belajar, tetapi sebagai lingkungan pendidikan terpadu yang mendukung kebutuhan siswa selama menjalani proses pendidikan.(CHI)

Oleh:

Share