Home Berita KAI Commuter Kurangi Perjalanan KRL Jabodetabek, Ini Jadwalnya

KAI Commuter Kurangi Perjalanan KRL Jabodetabek, Ini Jadwalnya

Share

JAKARTA, LINTAS – Pengguna KRL Jabodetabek perlu menyesuaikan kembali waktu perjalanan mulai Senin (7/9/2026). KAI Commuter melakukan penyesuaian sementara terhadap jadwal perjalanan Commuter Line menyusul pelaksanaan perawatan intensif sejumlah rangkaian kereta.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah sarana yang dapat dioperasikan. Perubahan jadwal tersebut berlaku pada periode pagi, sore hingga malam hari dan bersifat sementara.

“Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan,” kata Karina dalam keterangannya dikutip Selasa (8/9/2026).

Secara keseluruhan, terdapat 17 perjalanan Commuter Line Jabodetabek yang mengalami penyesuaian. Perubahan tersebut mencakup perjalanan pada jam sibuk pagi serta sore dan malam hari.

Pada pagi hari, sebanyak 7 perjalanan dari arah Bogor, Cilebut dan Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota mengalami pembatalan. Selain itu, terdapat 5 perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor yang turut disesuaikan.

Sementara pada sore hingga malam hari, penyesuaian mencakup 2 perjalanan dari Manggarai menuju Bogor serta 3 perjalanan dari Bogor.

Dengan adanya perubahan tersebut, KAI Commuter mengoperasikan 1.048 perjalanan Commuter Line Jabodetabek per hari, dari sebelumnya sebanyak 1.065 perjalanan.

Perawatan KRL untuk Jaga Keandalan Perjalanan

KAI Commuter menjelaskan perawatan rangkaian KRL dilakukan untuk memastikan sarana yang digunakan masyarakat dalam mobilitas sehari-hari tetap berada dalam kondisi optimal.

Menurut Karina, aspek keselamatan dan keamanan menjadi pertimbangan utama dalam proses perawatan tersebut. Karena itu, sejumlah rangkaian harus menjalani pemeriksaan secara intensif meski berdampak pada penyesuaian sementara jumlah perjalanan.

“Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar Karina.

Ia mengimbau pengguna untuk memperhitungkan kembali waktu perjalanan dan menyesuaikan jadwal keberangkatan selama masa perawatan berlangsung.

Informasi mengenai perubahan jadwal dan operasional Commuter Line akan disampaikan secara berkala melalui pengumuman di stasiun, informasi di dalam kereta, aplikasi C-Access, serta kanal media sosial resmi KAI Commuter.

INKA Turun Langsung Periksa KRL Seri iE305

Perawatan sarana KRL tersebut juga mendapat dukungan dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA selaku manufaktur sarana perkeretaapian.

INKA terlibat bersama tim KAI Commuter dan stakeholder terkait dalam proses General Check Up (GCU) terhadap rangkaian KRL seri iE305 produksi INKA.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan berbagai komponen utama kereta dapat berfungsi dengan baik. Sejumlah bagian yang menjadi perhatian antara lain sistem bogie, sistem propulsi, serta komponen lain yang berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan.

Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, mengatakan tim engineering dan quality assurance INKA ikut terlibat dalam proses pemeriksaan tersebut.

“Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal. Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana,” ujar Nanang.

Menurut dia, keterlibatan INKA merupakan bagian dari tanggung jawab manufaktur dalam menjaga kualitas dan keandalan sarana yang digunakan dalam operasional Commuter Line.

INKA juga akan terus berkoordinasi dengan KAI Commuter selama proses General Check Up untuk memastikan rangkaian KRL produksi perusahaan memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan pengguna.

“Bagi kami, ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line,” kata Nanang. (CHI)

Oleh:

Share