JAKARTA, LINTAS – Sejumlah maskapai mulai mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif menyusul dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Provinsi Banten. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang di tengah penutupan beberapa bandara terdampak.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, menjadi salah satu bandara yang dimanfaatkan sebagai alternatif, termasuk untuk penerbangan Garuda Indonesia.
“Saat ini dan sejak kemarin Garuda Indonesia sudah melakukan pendaratan di Bandara Kertajati (Majalengka, Jawa Barat). Hari ini rencananya akan dilakukan juga pendaratan di Kertajati untuk penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam,” ujar Dudy saat memberikan keterangan kepada media di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026).
Hingga Senin, tercatat empat penerbangan Garuda Indonesia telah menggunakan Bandara Kertajati sebagai alternatif dari Bandara Soekarno-Hatta.
Selain Kertajati, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara lain untuk mendukung operasional penerbangan yang terdampak, yakni Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda di Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah.

Menurut Dudy, penggunaan bandara alternatif menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi gangguan penerbangan akibat kondisi ruang udara yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Maskapai Diminta Gunakan Pesawat Berkapasitas Lebih Besar
Kemenhub juga mendorong maskapai, khususnya maskapai internasional, untuk memanfaatkan pesawat berkapasitas lebih besar serta menggunakan bandara alternatif yang telah disiapkan pemerintah.
Baca Juga: Anggaran Bina Marga 2027 Rp 37,29 Triliun, Rp 16,5 Triliun untuk Preservasi Jalan
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan penumpang, termasuk masyarakat Indonesia yang masih berada di luar negeri dan mengalami kendala perjalanan akibat gangguan operasional penerbangan.
Dudy menyebut Singapore Airlines sebagai salah satu maskapai yang menyiapkan penyesuaian operasional. Maskapai tersebut akan mengganti jenis pesawat yang digunakan dengan armada berkapasitas lebih besar.
“Singapore Airlines juga akan melakukan pendaratan dengan mengganti pesawatnya yang semula menggunakan Boeing 737-800, akan diganti dengan Airbus A350 di mana bisa menampung lebih banyak penumpang. Masyarakat yang terbang dari Singapura bisa kembali melalui Surabaya. Kemudian Singapore Airlines juga akan memproses penerbangan ke Yogyakarta sebagai bandara alternatif,” kata Dudy.
Dengan pengalihan tersebut, penumpang yang semula dijadwalkan melalui bandara terdampak memiliki pilihan untuk melanjutkan perjalanan melalui sejumlah bandara yang masih dapat melayani penerbangan.
Bandara Atung Bungsu Kembali Beroperasi
Di sisi lain, Kemenhub melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik. Pemeriksaan dilakukan antara lain menggunakan paper test untuk mengetahui keberadaan paparan abu vulkanik di area bandara.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik. KAI Dengan hasil tersebut, bandara kembali dibuka dan dapat beroperasi secara normal.
Sementara itu, tujuh bandara lainnya masih ditutup karena kondisi yang berkaitan dengan sebaran abu vulkanik. Bandara yang masih mengalami penutupan tersebut meliputi:
- Bandara Soekarno-Hatta, Banten;
- Bandara Radin Inten II, Lampung;
- Bandara Budiarto, Banten;
- Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta;
- Bandara Pondok Cabe, Banten;
- Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; dan
- Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.
Dudy menambahkan, Kemenhub terus memantau kondisi sebaran abu vulkanik dan dampaknya terhadap keselamatan serta operasional penerbangan. “Penggunaan bandara alternatif menjadi salah satu opsi yang disiapkan agar konektivitas penerbangan tetap berjalan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatanm” pungkasnya. (CHI)
Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Lion Group Batalkan 281 Penerbangan












