Home Berita 104 Penerbangan Dibatalkan Akibat Erupsi Anak Gunung Krakatau, AirAsia Siapkan “Service Recovery Options”

104 Penerbangan Dibatalkan Akibat Erupsi Anak Gunung Krakatau, AirAsia Siapkan “Service Recovery Options”

Share

JAKARTA, LINTAS – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak terhadap operasional penerbangan AirAsia. Sebanyak 52 penerbangan AirAsia dibatalkan pada Minggu (6/9/2026) dan jumlah yang sama kembali dibatalkan pada Senin (7/9/2026) akibat penyebaran abu vulkanik yang berdampak pada wilayah udara di sekitar gunung.

Dengan demikian, terdapat 104 penerbangan AirAsia yang dibatalkan selama dua hari, di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih memengaruhi aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah.

Plt. Direktur Utama Indonesia Capt. Achmad Sadikin mengatakan, sejumlah penerbangan AirAsia dari dan menuju Jakarta (CGK) dibatalkan atau dijadwalkan ulang sebagai dampak kondisi abu vulkanik.

Selain penerbangan dari dan menuju Jakarta, AirAsia juga melakukan penyesuaian terhadap penerbangan lain yang rutenya berpotensi terdampak penyebaran abu vulkanik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena abu vulkanik dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan memengaruhi operasional pesawat. Sejumlah bandara di wilayah terdampak juga melakukan penyesuaian hingga penghentian sementara operasional penerbangan.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Kemenhub Siapkan 6 Bandara Alternatif

Service Recovery Options

AirAsia telah menginformasikan kepada penumpang terdampak mengenai perubahan status penerbangan serta pilihan perjalanan yang tersedia. Untuk membantu penumpang melanjutkan perjalanan, AirAsia menyediakan Service Recovery Options (SRO).

Pilihan pertama adalah pengembalian dana secara penuh. Dana akan dikembalikan melalui metode pembayaran awal yang digunakan penumpang. Kedua, penumpang dapat memilih Credit Account yang berlaku selama 730 hari sejak tanggal penerbitan dan akan dikreditkan ke akun AirAsia Member.

Ketiga, penumpang dapat melakukan perubahan jadwal penerbangan satu kali tanpa biaya dalam waktu 30 hari sejak tanggal keberangkatan awal. Perubahan berlaku untuk rute yang sama dalam jaringan AirAsia, tanpa biaya tambahan dan tetap bergantung pada ketersediaan kursi.

Keempat, penumpang dapat memilih perubahan rute menuju destinasi tertentu di Indonesia yang dilayani jaringan AirAsia. Waktu perjalanan maksimal 30 hari sejak tanggal keberangkatan awal dan tetap bergantung pada ketersediaan kursi.

AirAsia menyatakan telah menghubungi seluruh penumpang yang terdampak untuk menyampaikan perubahan status penerbangan sekaligus pilihan layanan yang dapat digunakan.

Maskapai juga terus berupaya membantu penumpang melanjutkan perjalanan melalui penerbangan berikutnya yang tersedia dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi di sejumlah wilayah. Pada Minggu (6/9), misalnya, sejumlah penerbangan rute Jakarta-Bali turut terdampak, termasuk penerbangan yang dilayani Indonesia AirAsia.

Pembatasan Operasional

Sementara itu, pada Senin (7/9/2026), dampak abu vulkanik masih berlanjut. Sejumlah bandara tetap melakukan pembatasan operasional karena kondisi ruang udara belum sepenuhnya aman untuk penerbangan. AirAsia mengimbau penumpang yang akan melakukan perjalanan dari maupun menuju wilayah terdampak untuk mengecek status penerbangan terbaru sebelum berangkat ke bandara.

Informasi status penerbangan dapat diperiksa melalui layanan Flight Status AirAsia. Penumpang juga dapat mengikuti informasi terbaru melalui akun resmi AirAsia di X @airasia dan Instagram @flyairasia, serta menghubungi layanan pelanggan melalui AskBo.

“Kami menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi wilayah udara terkait. Informasi mengenai perubahan operasional penerbangan akan disampaikan apabila terdapat perkembangan lebih lanjut,” tutur Capt.Achmad. (CHI)

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau, 4 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Kertajati Majalengka

Oleh:

Share