Home Berita Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Pastikan 28 Sabo Dam Siap Hadapi Lahar

Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Pastikan 28 Sabo Dam Siap Hadapi Lahar

Share

JAKARTA, LINTAS – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berada pada Level III atau Siaga menjadi perhatian pemerintah, terutama terhadap potensi aliran lahar dingin saat hujan mengguyur kawasan gunung api tersebut.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur pengendali sedimen dan material vulkanik berupa Sabo Dam di kawasan Gunung Sinabung.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bangunan pengendali lahar tersebut berada dalam kondisi baik dan dapat menjalankan fungsinya apabila terjadi peningkatan aliran material vulkanik dari kawasan hulu menuju wilayah hilir.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kesiapan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi potensi bencana. Selain kondisi bangunan, kesiapan sumber daya dan koordinasi dengan pemerintah daerah juga diperlukan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat.

“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat,” kata Dody, Selasa (8/9/2026).

Potensi lahar dingin menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi ketika material vulkanik hasil erupsi atau aktivitas gunung api menumpuk di kawasan hulu. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, material tersebut dapat terbawa aliran air dan berubah menjadi aliran debris atau lahar dingin.

Material yang terbawa dapat berupa pasir, kerikil hingga batu berukuran besar. Jika tidak terkendali, aliran tersebut berpotensi mengganggu alur sungai serta mengancam lahan pertanian, permukiman, akses masyarakat dan berbagai infrastruktur di kawasan hilir.

Miliki 28 Sabo Dam di Empat Sungai

Kawasan Gunung Sinabung memiliki jaringan infrastruktur pengendali sedimen yang dibangun untuk mengurangi risiko material vulkanik mencapai wilayah hilir.

Pembangunan Sabo Dam tersebut dimulai pada 2016 dan seluruh rangkaian pembangunan rampung pada 2019. Secara keseluruhan terdapat 28 bangunan Sabo Dam yang tersebar di empat aliran sungai, yakni Sungai Lau Borus, Lau Perita, Lau Perbaji dan Lau Bekerah.

Bangunan Sabo Dam berfungsi mengendalikan pergerakan material sedimen yang terbawa aliran sungai. Infrastruktur tersebut dapat menahan sekaligus menampung material vulkanik dan membantu mengendalikan arah serta kecepatan aliran menuju wilayah hilir.

Dengan fungsi tersebut, keberadaan Sabo Dam menjadi bagian penting dari sistem mitigasi bencana di kawasan Gunung Sinabung, khususnya untuk mengurangi dampak material vulkanik terhadap masyarakat dan infrastruktur.

Pemeriksaan yang dilakukan BBWS Sumatera II Medan sekaligus menjadi bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan perubahan kondisi di kawasan gunung api. (CHI)

Oleh:

Share