Home Berita Kelola Sampah, Kementerian PU Siapkan Rp 95,11 Miliar untuk TPS3R di 136 Lokasi

Kelola Sampah, Kementerian PU Siapkan Rp 95,11 Miliar untuk TPS3R di 136 Lokasi

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan anggaran program padat karya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) menjadi Rp 95,11 miliar pada 2027. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan TPS3R di 136 lokasi, meningkat signifikan dibandingkan 2026 yang dialokasikan Rp 39,91 miliar untuk 56 lokasi.

Kenaikan anggaran tersebut mencapai 138,6 persen dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas infrastruktur pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, program padat karya tidak hanya ditujukan untuk membangun infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Program IBM ini memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” kata Dody dikutip Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Sungai Mahakam Surut, Distribusi BBM dan Pangan ke Mahakam Ulu Terganggu

Melalui program TPS3R, masyarakat setempat dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, manfaat program mencakup penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, penciptaan kesempatan kerja, hingga perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Menurut Dody, TPS3R juga mendorong masyarakat mengurangi sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan, penggunaan kembali, dan pengolahan sampah. Pendekatan ini sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Sampah yang telah dipilah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi. Sampah organik, seperti ranting dan dedaunan, misalnya, dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau bahan bakar dalam bentuk pelet dan briket.

Sementara itu, sampah nonorganik seperti plastik dapat dicacah dan dimanfaatkan sebagai salah satu bahan campuran aspal plastik.

Dengan konsep tersebut, TPS3R tidak hanya berfungsi mengurangi timbunan sampah dan potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan kembali sampah.

Anggaran Program Padat Karya Permukiman Meningkat

Penguatan program padat karya bidang permukiman pada 2027 tidak hanya dilakukan melalui TPS3R. Kementerian PU juga mengalokasikan anggaran untuk sejumlah program berbasis masyarakat, yakni Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK), dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Program Pamsimas pada 2027 memperoleh alokasi Rp681,31 miliar untuk 923 lokasi. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2026 yang mencapai Rp558,11 miliar untuk 906 lokasi.

Pamsimas diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Sementara itu, program Sanimas pada 2027 mendapat alokasi Rp595,46 miliar untuk 1.184 lokasi. Anggaran tersebut meningkat dari Rp420,03 miliar untuk 823 lokasi pada 2026.

Untuk Sanitasi LPK, Kementerian PU mengalokasikan Rp214,22 miliar pada 2027 untuk 702 lokasi, naik dari Rp201,11 miliar untuk 653 lokasi pada 2026.

Program tersebut antara lain mendukung penyediaan fasilitas sanitasi masyarakat, seperti mandi, cuci, kakus (MCK), tempat wudu, tempat cuci tangan, tempat cuci pakaian, serta instalasi pengolahan air limbah domestik.

Adapun PISEW pada 2027 memperoleh alokasi Rp 763,96 miliar untuk 1.043 lokasi. Anggaran ini meningkat dibandingkan 2026 sebesar Rp 484,80 miliar untuk 808 lokasi.(CHI)

Baca Juga: Jembatan Pulau Laut Kalsel Senilai Rp 5,25 Triliun Ditargetkan Rampung 2028

Oleh:

Share