JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut di Kalimantan Selatan terus berjalan dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Jembatan yang menghubungkan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, itu ditargetkan rampung pada 2028.
Proyek tersebut menjadi salah satu pembangunan infrastruktur strategis untuk membuka akses darat antara dua kawasan yang selama ini dipisahkan oleh perairan. Kehadiran jembatan diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi barang dan logistik.
Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga memberikan dukungan untuk pembangunan bentang utama dan sebagian jembatan pendekat dengan total panjang 1.052,75 meter. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 11,3 persen.
Selain konstruksi jembatan, dukungan infrastruktur juga mencakup pelebaran jalan yang menghubungkan akses pendekat dengan jalan nasional sepanjang sekitar 0,83 kilometer, serta pembangunan jalan akses pendekat di sisi Pulau Kalimantan dan Pulau Laut.
Penanganan jalan tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan karena jembatan perlu terhubung langsung dengan jaringan jalan yang sudah ada. Dengan demikian, manfaat infrastruktur tidak berhenti pada pembangunan jembatan, tetapi dapat diteruskan hingga kawasan permukiman, pusat ekonomi, dan jaringan distribusi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan memiliki peran penting dalam membuka keterhubungan antarkawasan serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian.
“Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, merupakan fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan. Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta memperkuat integrasi wilayah di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan geografis,” kata Dody dikutip Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pembangunan Jembatan Pulau Laut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Baca Juga: Jembatan Gantung Setrokalangan Dibangun di Perbatasan Kudus-Demak, Akses Warga Makin Aman
Konektivitas baru tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan perdagangan, investasi, pariwisata, serta berbagai sektor ekonomi produktif di kedua wilayah.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, kita berharap pergerakan orang dan barang menjadi lebih efisien. Pada akhirnya, infrastruktur ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Dody.



Anggaran Rp 5,25 Triliun
Pembangunan Jembatan Pulau Laut dilaksanakan dengan skema tahun jamak atau multiyears untuk periode 2025–2028. Proyek ini dibiayai melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Pemerintah Kabupaten Kotabaru, dan Kementerian PU.
Kontrak pembangunan jembatan telah ditandatangani pada 22 Desember 2025. Total alokasi anggaran untuk pembangunan jembatan mencapai sekitar Rp 5,25 triliun. Dari jumlah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan kontribusi sekitar Rp 1,65 triliun.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru masing-masing memberikan dukungan anggaran sebesar Rp 300 miliar. Kementerian PU turut mengalokasikan sekitar Rp 3 triliun melalui skema multiyears hingga 2028. Besarnya investasi tersebut mencerminkan posisi proyek sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun jaringan konektivitas baru di Kalimantan Selatan.
Gunakan Teknologi Konstruksi di Atas Perairan
Pembangunan Jembatan Pulau Laut menghadapi tantangan teknis karena sebagian konstruksi berada di atas perairan. Untuk itu, Kementerian PU menerapkan sejumlah metode konstruksi dan teknologi pendukung. Pada pekerjaan dek jembatan cable-stayed, misalnya, digunakan metode form traveller. Sementara untuk pekerjaan erection box girder digunakan launching gantry.
Penerapan metode tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan konstruksi sekaligus menjaga aspek keselamatan, mutu, dan efisiensi pekerjaan.
Jika rampung sesuai target, Jembatan Pulau Laut akan menjadi akses penting yang menghubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru melalui jalur darat. Kehadiran akses tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan geografis dan membuat pergerakan masyarakat serta barang menjadi lebih efisien.
Lebih jauh, konektivitas baru ini berpotensi mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi di sekitar koridor Tanah Bumbu–Kotabaru, termasuk perdagangan, investasi, pariwisata, dan sektor produktif lainnya. (CHI)
Baca Juga: Transnusa Resmikan Dua Rute Baru dari Lampung, Ada ke Malaysia












