JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir untuk menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat Jakarta dan Jabodetabek dalam jangka panjang. Stasiun yang selama ini menjadi salah satu simpul utama perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) itu diproyeksikan berkembang menjadi hub transportasi terintegrasi yang terhubung dengan MRT, LRT, dan TransJakarta.
Rencana tersebut telah masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) KAI 2026-2030. Pengembangan Gambir dilakukan dengan mempertimbangkan semakin kuatnya konektivitas antarmoda transportasi di kawasan pusat Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan Stasiun Gambir memiliki posisi strategis karena nantinya dapat terhubung dengan jaringan transportasi massal lainnya, termasuk MRT Jakarta di Stasiun Monas.
“Gambir sebenarnya juga sudah kita persiapkan dan kaji dalam rancangan jangka panjang untuk program KAI. Karena di sana ada MRT (Monas) yang akan terkoneksi,” kata Anne dalam konferensi pers di Stasiun BNI City, Jakarta, pekan lalu.
Baca Juga: Stasiun Bogor Bakal Berubah, KAI Siapkan Penataan Besar-besaran
Gambir Diproyeksikan Jadi Simpul Transportasi
Menurut Anne, kehadiran MRT Jakarta, perkembangan LRT Jakarta, serta jaringan TransJakarta akan meningkatkan posisi Stasiun Gambir sebagai salah satu titik penting pergerakan masyarakat. KAI memperkirakan kawasan Gambir akan menjadi salah satu hub mobilitas masyarakat Jakarta dan Jabodetabek seiring semakin terintegrasinya berbagai moda transportasi.
“Dengan adanya MRT, pertumbuhan LRT, integrasi antarmoda, kami memprediksi Gambir juga menjadi hub mobilisasi masyarakat di Jabodetabek, khususnya Jakarta,” ujar Anne.
Karena itu, KAI mulai menyiapkan konsep pengembangan Stasiun Gambir untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat hingga 10-20 tahun mendatang.
“Sehingga kami harus menyiapkan untuk proyeksi stasiun ini 10-20 tahun ke depan,” katanya.
Pengembangan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun dan akan dilakukan secara bertahap. KAI juga akan melakukan pembahasan serta pengkajian bersama Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Dari sisi pendanaan, KAI berharap pengembangan Stasiun Gambir dapat dilakukan melalui skema investasi perusahaan tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita lakukan bertahap, dan ini pasti akan dilakukan pengkajian bersama dengan Kementerian Perhubungan lewat DJKA. Namun, investasinya kita berharap KAI bisa non-APBN,” kata Anne.
KRL Berpotensi Berhenti di Stasiun Gambir
Salah satu bagian penting dalam rencana pengembangan Gambir adalah kemungkinan penambahan layanan kereta yang berhenti di stasiun tersebut.
KAI tengah mengkaji kebutuhan infrastruktur apabila KRL atau commuter line nantinya dapat melayani Stasiun Gambir. Penambahan layanan tersebut tentu membutuhkan kesiapan fasilitas stasiun agar mampu menangani volume pelanggan yang lebih besar.
“Demikian juga masukan terhadap KRL yang akan berhenti di Gambir, sehingga kita harus menyiapkan Stasiun Gambir ini bisa melayani lebih banyak dibandingkan yang sekarang. Jadi konsepnya adalah optimalisasi aset,” jelas Anne.
Rencana tersebut akan membuat fungsi Stasiun Gambir tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan KAJJ, tetapi juga berpotensi menjadi titik perpindahan penumpang antarmoda.
Hampir 5 Juta Pelanggan KAJJ
Besarnya potensi Stasiun Gambir terlihat dari jumlah pelanggan kereta api jarak jauh yang dilayani saat ini. Anne mencatat pelanggan KAJJ yang naik dari Stasiun Gambir mencapai hampir 2,5 juta orang, sedangkan pelanggan yang turun sekitar 2,2 juta orang.

Angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan aktivitas manusia di kawasan stasiun. Sebab, selain penumpang, terdapat pula pengantar, penjemput, pengguna taksi, serta masyarakat yang menggunakan berbagai moda transportasi lainnya.
“Orang di Stasiun Gambir itu bisa tiga kali lipat dari ini. Ada yang ngantar, ada yang dari naik taksi,” ungkap Anne.
Dengan pertumbuhan volume pelanggan yang diperkirakan mencapai 8-12 persen setiap tahun, kebutuhan peningkatan kapasitas dan fasilitas Stasiun Gambir menjadi semakin penting.
“Kalau setiap tahun bertumbuh 8-12 persen, stasiun kita itu kan sangat crowd. Sehingga perlu adanya pengembangan Stasiun Gambir dengan adanya pertumbuhan volume pelanggan kita,” tuturnya.
Koneksi Transjakarta hingga MRT Monas
Saat ini, Stasiun Gambir telah memiliki koneksi dengan layanan TransJakarta Koridor 2 rute Pulo Gadung-Monas serta Koridor 2A rute Pulo Gadung-Rawa Buaya via Balai Kota.
Ke depan, KAI juga mengkaji konektivitas dengan MRT Jakarta Stasiun Monas. Integrasi tersebut diharapkan memudahkan perpindahan penumpang dari kereta api menuju moda transportasi perkotaan dan sebaliknya.
Selain itu, perkembangan jaringan LRT Jakarta juga menjadi bagian dari pertimbangan KAI dalam merancang masa depan Stasiun Gambir. Dengan semakin banyaknya moda yang terkoneksi, kawasan Gambir berpotensi menjadi salah satu simpul perjalanan strategis di pusat Jakarta.
Tak Hanya Transportasi, Aktivitas Komersial Juga Dikembangkan
Pengembangan Stasiun Gambir tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan fungsi transportasi. KAI juga melihat peluang untuk mengembangkan aktivitas komersial sebagai bagian dari optimalisasi aset perusahaan.
Konsep tersebut mencakup pengembangan area hospitality dan komersial sekaligus memperkuat konektivitas stasiun dengan sejumlah destinasi penting di sekitar Gambir. Di kawasan tersebut terdapat sejumlah ikon Jakarta, seperti Monas, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral.
“Di sana ada hospitality, terkoneksi dengan area komersial, konektivitas ke Katedral, Istiqlal, Monas, dan yang lainnya. Dan ini juga mendorong aktivitas ekonomi di sekitar Gambir,” ujar Anne.
Dengan demikian, menurut Anne pengembangan Stasiun Gambir diarahkan bukan hanya untuk menambah kapasitas pelayanan penumpang, tetapi juga membangun kawasan yang lebih terintegrasi antara transportasi, aktivitas komersial, dan pusat kegiatan masyarakat. (CHI)
Baca Juga: Jaringan Listrik Aliran Atas KRL Jabodetabek Dirawat, 180 Isolator Mulai Diganti






