JAKARTA, LINTAS – Maskapai penerbangan Citilink memperkuat kesiapan dalam menghadapi situasi darurat dan menjalankan misi kemanusiaan melalui kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Citilink dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Jakarta, Rabu (9/9/2026). MoU ditandatangani Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma. Melalui kerja sama ini, Citilink menjadi maskapai penerbangan pertama yang menjalin kerja sama dengan Tzu Chi dalam bidang tersebut.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi bantuan dan pendampingan kemanusiaan, terutama ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi. Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengatakan, kesiapsiagaan dalam industri penerbangan tidak hanya berkaitan dengan aspek operasional, tetapi juga dukungan terhadap penumpang dan keluarga ketika menghadapi situasi khusus.
“Kolaborasi dengan Tzu Chi merupakan langkah strategis Citilink dalam memperkuat komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, termasuk dalam menghadapi kondisi darurat,” kata Darsito dikutip Kamis (10/9/2026).
Menurut dia, melalui kerja sama tersebut Citilink dan Tzu Chi dapat membangun sinergi yang lebih terintegrasi, mulai dari kesiapan sumber daya hingga dukungan kemanusiaan bagi pihak yang membutuhkan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Ruang Tumbuh Bibit Atlet dari Daerah
“Bagi kami, kesiapsiagaan tidak hanya mencakup aspek operasional penerbangan, tetapi juga memastikan adanya dukungan yang tepat bagi penumpang dan keluarga yang terdampak apabila terjadi situasi yang membutuhkan penanganan khusus,” katanya.

Siapkan Dukungan Psikososial hingga Logistik
Dalam MoU tersebut, Citilink dan Tzu Chi akan membangun kemitraan strategis dalam penyediaan bantuan kemanusiaan, termasuk dukungan bagi keluarga korban maupun pihak yang terdampak kecelakaan (accident) atau insiden serius (major incident). Kerja sama juga mencakup penyediaan relawan untuk memberikan pendampingan psikososial, emosional, dan spiritual kepada keluarga korban serta pihak terdampak.
Selain itu, kedua pihak akan melakukan latihan dan simulasi tanggap darurat. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan sekaligus memperkuat koordinasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan respons kemanusiaan. Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma mengatakan, kecepatan dan koordinasi menjadi faktor penting dalam penanganan situasi darurat.
“Dalam situasi darurat, kecepatan dan koordinasi menjadi hal yang penting agar bantuan dapat segera diterima oleh mereka yang membutuhkan,” kata Sugianto.
Ia berharap kerja sama dengan Citilink dapat meningkatkan kapasitas respons kemanusiaan, baik dalam penyaluran bantuan maupun pendampingan psikososial dan emosional bagi keluarga korban.
“Sinergi ini merupakan wujud kepedulian bersama untuk memberikan dukungan dan meringankan beban penumpang serta keluarga yang menghadapi kondisi sulit,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan bantuan, Tzu Chi akan memanfaatkan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung kegiatan kemanusiaan. Sementara itu, Citilink akan mendukung mobilisasi serta pengangkutan logistik melalui jaringan dan armada penerbangannya.
Dengan dukungan tersebut, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara lebih cepat dan efektif, baik dalam situasi tanggap darurat bencana maupun pelaksanaan misi kemanusiaan lainnya. Darsito menambahkan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapan menghadapi keadaan darurat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelanggan Citilink.
“Kami percaya bahwa melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat, setiap pihak dapat berkontribusi sesuai perannya untuk memberikan dukungan yang lebih optimal serta membangun pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan penumpang,” tutur Darsito. (CHI)
Baca Juga: MRT Jakarta Siapkan “Placemaking” Kota Tua, Utamakan Pejalan Kaki dan Ruang Hijau












