JAKARTA, LINTAS – Akses jalan pada Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, kembali terbuka setelah tertutup material longsor akibat hujan berintensitas tinggi. Jalur yang sempat lumpuh total pada Selasa (8/9/2026) itu sudah dapat dilalui kendaraan sejak Rabu (9/9/2026) pukul 21.15 WIB.
Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Gayo Lues selama empat hari, sejak 5 hingga 8 September 2026. Hujan berlangsung cukup lama, terutama pada sore hingga dini hari, sekitar pukul 17.00 hingga 04.00 WIB.
Kondisi tersebut memicu longsoran tanah dari tebing di sejumlah lokasi dan menutup badan jalan. Petugas mencatat sedikitnya enam titik longsor yang harus ditangani di sepanjang Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara. Enam lokasi tersebut berada di STA 48+690 Meloak I, STA 51+040, STA 51+150, STA 51+240, STA 51+300 Durin Daun, serta STA 53+140 Air Panas.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembukaan akses menjadi salah satu prioritas dalam penanganan infrastruktur yang terdampak bencana.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Ruang Tumbuh Bibit Atlet dari Daerah
“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody dikutip Kamis (10/9/2026).


Empat Excavator Dikerahkan
Untuk membuka kembali akses, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mengerahkan empat unit excavator dan satu backhoe loader.
Alat berat digunakan untuk membersihkan material tanah dan longsoran yang menutup badan jalan. Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan serta potensi longsor susulan karena hujan masih berpeluang terjadi.
Selain membersihkan material longsor, petugas Kementerian PU berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Gayo Lues untuk membantu pengaturan lalu lintas selama proses penanganan di lapangan.
Jalur Kembali Dibuka
Setelah proses pembersihan dilakukan, jalur yang sebelumnya tertutup total akhirnya kembali dapat dilalui pada Rabu (9/9/2026) pukul 21.15 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian longsor tersebut.
Kementerian PU masih melakukan pemantauan terhadap kondisi ruas jalan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. Pemantauan diperlukan karena wilayah tersebut masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Penanganan lanjutan juga akan dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan fungsional bagi masyarakat. Kembali terbukanya jalur Blangkejeren–Aceh Tenggara menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas jalan nasional di wilayah Aceh, terutama pada kawasan yang memiliki risiko bencana hidrometeorologi. (CHI)
Baca Juga: Citilink Gandeng Tzu Chi untuk Respons Kemanusiaan dalam Situasi Darurat Penerbangan












