JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di areal persawahan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai, pengaturan pelayanan air irigasi, serta pengoperasian pompa untuk menambah pasokan air ke jaringan irigasi dan persawahan.
Salah satu pekerjaan utama berlangsung di Desa Sidomulyo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, dengan melakukan normalisasi Sungai Deket yang merupakan sungai orde 3. Pekerjaan ini ditujukan untuk memperlancar aliran air dari Sungai Blawi menuju jaringan irigasi dan areal persawahan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU terus melakukan kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan dengan mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Dody dikutip Jumat (11/9/2026).


Normalisasi Sungai Deket
Normalisasi Sungai Deket dilakukan menggunakan sejumlah alat berat, antara lain excavator amphibi Komatsu PC 70, excavator amphibi Ultratek PC 45, serta satu unit excavator amphibi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Hingga 9 September 2026, capaian gabungan pembuatan alur sungai mencapai 3.335 meter dari target sekitar 4.000 meter. Pada pelaksanaan terakhir, excavator amphibi Ultratek PC 45 menyelesaikan pembuatan alur sepanjang 50 meter dengan lebar sekitar 2 meter dan kedalaman 1 meter.
Sementara itu, excavator amphibi Komatsu PC 70 telah mengerjakan alur sepanjang 580 meter. Alat milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyelesaikan pekerjaan sepanjang 1.120 meter. Selain Sungai Deket, BBWS Bengawan Solo melakukan normalisasi Sungai Corong dan Sungai Malang untuk membantu kelancaran distribusi air menuju jaringan irigasi.
Pompa Tambah Pasokan Air
Kementerian PU juga mengoperasikan pompa di Pintu Melik II untuk menambah debit inflow dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi. Pengoperasian pompa tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di sebagian wilayah Kecamatan Deket, Glagah, Turi, Karangbinangun, dan Kalitengah dengan luas layanan sekitar 3.386 hektar.
Dari luasan tersebut, sekitar 3.379 hektare telah terairi, sedangkan sekitar 7 hektar masih dalam proses pemenuhan kebutuhan air. Di lokasi lainnya, BBWS Bengawan Solo mengoperasikan tiga unit pompa alkon 6 inci, tiga unit pompa alkon 3 inci, satu unit mobile pump berkapasitas 250 liter per detik, serta satu unit trailer pump berkapasitas 250 liter per detik.
Pompa tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Deket menuju saluran sekunder dan petak sawah dengan luasan sekitar 41 hektar. Berdasarkan status operasi pompa Bengawan Jero pada 9 September 2026, terdapat empat mesin pompa di Pintu Melik II yang beroperasi masing-masing selama delapan jam dengan kapasitas sekitar 250 liter per detik per unit. Secara keseluruhan, volume outflow di Pintu Melik II tercatat sekitar 28.800 meter kubik.
Selain pengoperasian pompa, penanganan kekeringan dilakukan melalui jadwal gilir pelayanan air. Pengaturan ini dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi air irigasi kepada masyarakat pengguna air.
Pekerjaan Dilanjutkan
Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji mengatakan, penanganan kekeringan dilakukan dengan mengoptimalkan sumber air dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo. Kapasitas aliran juga ditingkatkan melalui normalisasi sungai dan pengoperasian pompa.
“Penanganan kekeringan dilakukan secara terpadu melalui normalisasi alur sungai, pengoperasian pompa, dan pengaturan pelayanan air. Upaya ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan air irigasi bagi areal persawahan yang terdampak kekeringan,” ujar Gatut.
BBWS Bengawan Solo selanjutnya akan melanjutkan pembuatan alur sungai sepanjang sekitar 665 meter hingga mencapai target total 4.000 meter. Pekerjaan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan yang disampaikan oleh IP3A. Operasi pompa untuk menambah debit inflow dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi juga akan dilanjutkan sesuai kondisi dan kebutuhan air di lapangan. (CHI)
Baca Juga: MRT Jakarta Siapkan “Placemaking” Kota Tua, Utamakan Pejalan Kaki dan Ruang Hijau












