JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) melakukan langkah mitigasi dampak fenomena El Nino 2026 dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mulai mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan seiring meluasnya musim kemarau di berbagai daerah. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 73 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026 dan berpotensi berlanjut hingga awal 2027.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antisipasi El Nino guna memperkuat koordinasi lintas unit di lingkungan Kementerian PU.
“Untuk mengantisipasi El Nino, kami membentuk Satgas. Karena yang terdampak tidak hanya irigasi dan sawah yang kekeringan, tetapi mungkin di beberapa titik SPAM dan bendungan juga akan mengalami kekeringan,” kata Dody, Jumat (24/7/2026).
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Kementerian PU telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pengelolaan infrastruktur sumber daya air secara terintegrasi, penguatan operasi bendungan, waduk, dan jaringan irigasi, hingga menyiagakan Posko Bencana Kekeringan lengkap dengan personel, peralatan, dan armada pendukung.




Bantuan Air Bersih
Sebagai bagian dari upaya penanganan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane pada Kamis (23/7/2026) menyalurkan bantuan air bersih menggunakan dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 8.000 liter.
Bantuan tersebut didistribusikan ke dua lokasi, yakni tiga RT di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, yang melayani sekitar 75 kepala keluarga (KK), serta Pondok Pesantren Nihayatul Amal di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dimanfaatkan oleh sekitar 80 kepala keluarga.
Penyaluran air bersih ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau dan meminimalkan dampak kekeringan akibat El Nino.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, Ditjen SDA juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Sebagai dukungan informasi, Posko Bencana Kekeringan telah disiagakan di sejumlah provinsi untuk memantau kondisi di lapangan dan mempercepat penanganan apabila terjadi krisis air bersih.
Dody menambahkan, Pemerintah berharap sinergi antara pengelolaan infrastruktur sumber daya air, kesiapsiagaan petugas, serta partisipasi masyarakat dapat mengurangi risiko kekeringan dan menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari maupun sektor pertanian selama periode El Nino 2026. (CHI)
Baca Juga: Cara Mudah “Booking Venue” di Kawasan MRT Jakarta, Kini Cukup Lewat Platform Digital















