Home Berita KMP Ferrindo 5 Kembali Beroperasi Usai Insiden Kandas

KMP Ferrindo 5 Kembali Beroperasi Usai Insiden Kandas

Share

JAKARTA, LINTAS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan KMP Ferrindo 5 kembali beroperasi melayani lintasan Long Distance Ferry (LDF) Patimban–Pontianak setelah berhasil dilepas dari kondisi kandas dan dinyatakan laik berlayar. Keberhasilan ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Kalimantan.

Insiden kandas terjadi pada Minggu (12/4) sekitar pukul 23.30 WIB saat kapal berada di alur keluar Pelabuhan Pontianak. Arus pasang yang kuat dan hembusan angin mendorong kapal keluar jalur pelayaran hingga kandas di sisi utara alur yang memiliki dasar perairan berlumpur.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi demi menjaga kelancaran rantai pasok.

“Lintasan LDF Patimban–Pontianak memiliki peran strategis dalam menghubungkan pusat produksi di Jawa dengan wilayah distribusi di Kalimantan. Setiap tahapan penanganan dijalankan secara disiplin sesuai standar operasional agar layanan logistik tetap aman dan berkelanjutan,” ujar Windy dalam keterangan yang dikutip Kamis (23/4/2026).

Evaluasi Rutin

KMP Ferrindo 5 akhirnya berhasil dilepas dari kandas pada Rabu (22/4/2026) pukul 19.10 WIB. Sebelum kembali dioperasikan, kapal menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek teknis dalam kondisi optimal.


Setelah memperoleh Surat Persetujuan Berlayar (SPB), kapal diberangkatkan menuju Patimban pada Kamis (23/4/2026) pukul 10.40 WIB.

General Manager ASDP Cabang Pontianak, Adolf Enoch, menjelaskan bahwa selama proses penanganan dilakukan evaluasi rutin melalui safety meeting dan penyusunan rencana kerja terpadu. Dukungan peralatan serta tugboat juga dioptimalkan agar proses pelepasan kapal berlangsung aman dan sesuai standar.

“Seluruh kesiapan teknis dipastikan prima sehingga proses pelepasan kapal dapat berjalan efektif dan terukur,” kata Adolf.

Menurut Windy, ASDP juga memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas. Penumpang dievakuasi secara bertahap dan terkoordinasi, kebutuhan logistik di atas kapal tetap terpenuhi, serta fasilitas rumah singgah disiapkan bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

Sebagai kapal yang melayani lintasan LDF, KMP Ferrindo 5 memiliki kapasitas hingga 60 penumpang terbatas—khususnya pengemudi kendaraan—serta mampu mengangkut sekitar 40 unit kendaraan campuran. Peran ini menjadikannya bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan konektivitas ekonomi antarwilayah.

“Keberhasilan penanganan insiden ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat layanan penyeberangan sebagai infrastruktur logistik nasional. Melalui penerapan standar keselamatan yang konsisten dan koordinasi lintas pihak, layanan pelayaran diharapkan terus mendukung distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi,” tutur Windy. (CHI)

Baca Juga: Barang Tertinggal di Kereta Capai Rp 1,6 Miliar, KAI Daop 1 Jakarta Minta Penumpang Waspada

Oleh:

Share