Home Berita Seluruh Peron Stasiun Bogor Kini Layani 12 KRL

Seluruh Peron Stasiun Bogor Kini Layani 12 KRL

Share

JAKARTA, LINTAS – Seluruh peron di Stasiun Bogor kini resmi dapat melayani rangkaian Commuter Line berformasi 12 kereta (SF12) setelah PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan peron jalur 6, 7, dan 8 untuk layanan tersebut mulai 15 Juli 2026.

Peningkatan kapasitas ini menjadi bagian dari upaya KAI mengakomodasi tingginya mobilitas pengguna Bogor Line yang sepanjang Semester I 2026 telah mencapai 78.077.679 pelanggan, atau rata-rata sekitar 431.368 pelanggan per hari.Sebelumnya, peron jalur 6, 7, dan 8 hanya mampu melayani rangkaian maksimal 10 kereta (SF10).

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan kapasitas di Stasiun Bogor merupakan langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat yang setiap hari mengandalkan Commuter Line.

“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, mengakses layanan publik, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan pelayanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” kata Anne dikutip Selasa (28/7/2026).

Stasiun Bogor Jadi yang Tersibuk

Sementara itu, data KAI menunjukkan Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan aktivitas pelanggan Commuter Line tertinggi di wilayah Jabodetabek. Selama Januari hingga Juni 2026, tercatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri dari 9.371.057 pelanggan masuk (gate in) dan 9.080.405 pelanggan keluar (gate out). Rata-rata terdapat sekitar 101.942 pergerakan pelanggan per hari.

Jumlah tersebut juga menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, volume pelanggan mencapai 18.199.619 gate in dan 18.171.350 gate out, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 17.124.802 gate in dan 17.276.284 gate out.

Saat ini, Stasiun Bogor melayani 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan.

Menurut Anne, seluruh peron yang telah mendukung rangkaian SF12 memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengaturan kedatangan maupun keberangkatan kereta sehingga distribusi penumpang menjadi lebih merata dan proses naik-turun penumpang berlangsung lebih lancar.

Lolos Serangkaian Pengujian

Sebelum dioperasikan, peron jalur 6, 7, dan 8 telah melalui berbagai tahapan pengujian. Uji beban menggunakan lokomotif dilakukan pada 29 Juni 2026, dilanjutkan uji operasional KRL pada 1 Juli 2026, serta pengujian terpadu yang melibatkan unsur prasarana, sarana, dan operasi.

Pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas (LAA), rangkaian SF12, hingga pola operasi sehingga seluruh fasilitas memenuhi standar keselamatan sebelum digunakan melayani masyarakat.

“Setiap tahapan pengujian dilakukan secara menyeluruh agar kesiapan prasarana, sarana, dan pola operasi berjalan selaras. Keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan,” kata Anne.

Pengembangan Berlanjut

KAI juga melanjutkan pengembangan Stasiun Bogor melalui pembangunan kanopi baru di peron jalur 4 dan 5, perpanjangan kanopi di jalur 2 dan 3, serta pemasangan eskalator menuju Stasiun Bogor Paledang.

Pembangunan kanopi di jalur 4 dan 5 bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pelanggan saat menunggu maupun berpindah kereta.

Selama pekerjaan berlangsung, mulai 18 Juli 2026, layanan naik dan turun penumpang dialihkan melalui peron jalur 2, 3, 6, 7, dan 8. KAI memastikan operasional Commuter Line tetap berjalan normal sesuai jadwal.

Sementara itu, kanopi di peron jalur 2 dan 3 akan diperpanjang dari sekitar 100 meter menjadi tambahan sekitar 140 meter, sehingga seluruh rangkaian SF12 dapat terlindungi secara menyeluruh.

Didukung Penambahan Rangkaian SF12

Penguatan infrastruktur di Stasiun Bogor juga didukung pengadaan 27 rangkaian Commuter Line SF12 atau sebanyak 324 kereta, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT INKA (Persero).

Hingga kini, sebanyak 18 rangkaian SF12 atau 216 kereta telah beroperasi, terdiri dari seluruh rangkaian produksi CRRC dan tujuh rangkaian produksi PT INKA. Sementara sembilan rangkaian PT INKA lainnya masih menjalani tahapan penyelesaian sebelum dioperasikan.

Anne menegaskan peningkatan kapasitas layanan tidak hanya bergantung pada penambahan kereta, tetapi juga harus didukung kesiapan peron, jalur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, serta pengaturan operasi.

“Dengan rata-rata lebih dari 431 ribu pelanggan per hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberi manfaat yang jelas. KAI terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, pengembangan kanopi, sarana baru, pola operasi, serta konektivitas menuju Bogor Paledang agar perjalanan pelanggan semakin nyaman, aman, dan tertata,” kata Anne. (CHI)

Baca Juga:“Boarding” Tanpa Tiket, 1,68 Juta Penumpang Pilih “Face Recognition”

Oleh:

Share