Home Berita “Boarding” Tanpa Tiket, 1,68 Juta Penumpang Pilih “Face Recognition”

“Boarding” Tanpa Tiket, 1,68 Juta Penumpang Pilih “Face Recognition”

Share

JAKARTA, LINTAS – Layanan Face Recognition Boarding Gate milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendapat respons positif dari masyarakat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 1.689.524 pelanggan kereta api jarak jauh memanfaatkan teknologi pengenalan wajah tersebut di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.

Inovasi digital ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan KAI untuk menghadirkan proses boarding yang lebih cepat, praktis, aman, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Melalui sistem Face Recognition, pelanggan tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas saat memasuki area keberangkatan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan tingginya jumlah pengguna menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan berbasis teknologi tersebut.

“Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna Face Recognition di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai lebih dari 1,68 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan,” ujar Franoto.

Menurutnya, teknologi Face Recognition mampu memangkas tahapan pemeriksaan yang sebelumnya mengharuskan pelanggan menyiapkan kartu identitas dan bukti tiket perjalanan. Bahkan, sebagian pelanggan masih mencetak tiket di atas kertas sebelum melakukan boarding.

Dengan sistem pengenalan wajah, proses verifikasi berlangsung lebih ringkas karena identitas pelanggan langsung dicocokkan dengan data tiket yang telah tersimpan dalam sistem.

Selain meningkatkan efisiensi pelayanan, penggunaan Face Recognition juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket berbahan kertas.

“Selain memberikan kemudahan dan mempercepat proses boarding, pemanfaatan Face Recognition juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan yang lebih ramah lingkungan. Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah,” kata Franoto.

Stasiun Gambir Jadi Pengguna Terbanyak

Dari tiga stasiun yang telah dilengkapi fasilitas Face Recognition Boarding Gate di wilayah Daop 1 Jakarta, Stasiun Gambir mencatat jumlah pengguna tertinggi.

Selama semester I 2026, sebanyak 1.004.346 pelanggan menggunakan layanan tersebut atau sekitar 61 persen dari seluruh penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir.

Sementara itu, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 pengguna, sedangkan Stasiun Bekasi sebanyak 158.934 pengguna. Untuk mendukung pelayanan, KAI telah menyediakan 13 unit Face Recognition Boarding Gate, yang terdiri atas:

  • 4 unit di Hall Selatan Stasiun Gambir;
  • 6 unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di area Peron 1 dan Peron 3–4;
  • 3 unit di Stasiun Bekasi.

Data Pelanggan Dijamin Aman

Franoto menegaskan bahwa penerapan teknologi Face Recognition tetap mengedepankan perlindungan data pribadi pelanggan. Menurutnya, data wajah hanya digunakan untuk keperluan verifikasi identitas saat proses boarding dan dikelola sesuai ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku.

“KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi Face Recognition,” tegasnya.

Registrasi Mudah Lewat Access by KAI

Pelanggan dapat mendaftarkan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI dengan masuk ke akun, memilih menu Registrasi Face Recognition, mengisi data identitas, lalu melakukan pemindaian wajah melalui aplikasi.

Registrasi juga dapat dilakukan langsung di layanan Face Recognition yang tersedia di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.

Setelah proses registrasi berhasil, pelanggan cukup menuju Face Recognition Boarding Gate saat keberangkatan. Sistem akan mencocokkan wajah dengan data identitas serta tiket perjalanan yang telah tersimpan. Jika sesuai, pintu boarding akan terbuka secara otomatis.

KAI menegaskan akan terus mengembangkan layanan digital guna menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin mudah, efisien, aman, dan nyaman.

“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan Face Recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Franoto. (CHI)

Baca Juga: Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Sragen Jawa Tengah Siap Beroperasi

Oleh:

Share