JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana sekolah siap digunakan sebagai bagian dari program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Dalam peninjauan itu, Dody memeriksa berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, fasilitas sanitasi, tempat ibadah, hingga sarana olahraga. Ia juga berdialog langsung dengan para siswa yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Di hadapan para siswa, Dody mengajak mereka memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan pemerintah dengan sebaik-baiknya sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.
“Atas nama Pemerintah, atas nama Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya berharap adik-adik betah di sini dan belajar dengan tekun. Gunakan seluruh fasilitas yang telah diberikan negara ini sebaik-baiknya. Jangan pernah merasa rendah diri, karena Sekolah Rakyat justru memberikan kesempatan kepada adik-adik untuk meraih kesuksesan di masa depan. Kalau adik-adik sukses, keluarga sukses, insyaallah negara juga akan maju,” kata Dody dikutip Senin (27/7/2026).
Masih Perlu Penyempurnaan
SRT 1 Sragen dibangun di atas lahan seluas 59.000 meter persegi. Kompleks pendidikan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti asrama siswa, rumah susun guru, masjid, kantin, dapur, perpustakaan, hingga lapangan olahraga.

Menurut Dody, secara umum pembangunan sekolah telah rampung dan siap difungsikan. Meski demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan penyempurnaan pada sejumlah bagian bangunan.
“Sebetulnya ini sudah selesai. Hanya perlu penyempurnaan pada beberapa bagian di asrama siswa. Namun sudah bisa difungsikan oleh siswa-siswi baru,” katanya.
Menteri Dody juga mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah telah menunjukkan progres yang signifikan. Dari sekitar 93 lokasi yang tengah dibangun secara nasional, hanya sekitar sembilan lokasi yang progres pembangunannya masih berada di bawah 90 persen.
Distribusi Logistk
Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut umumnya disebabkan oleh kendala distribusi logistik di wilayah yang sulit dijangkau. Namun seluruh proyek kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian dan ditargetkan segera dapat mendukung kegiatan belajar mengajar.
Selain menyelesaikan pembangunan tahap berjalan, Kementerian PU juga tengah menyiapkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat Tahap III yang dalam waktu dekat akan memasuki proses lelang.






Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan setiap kabupaten memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat dengan kapasitas sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa.
Menurut Menteri Dody, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Sekolah Rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” tegas Dody. (CHI)
Baca Juga: 54 Lokomotif CC205 Resmi Beroperasi, KAI Perkuat Angkutan Batu Bara di Sumsel















