JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi pelabuhan nasional melalui program Green and Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026.
Program yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama PT IDSurvey (Persero) ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pelabuhan dinilai memiliki peran strategis sebagai simpul distribusi logistik yang menentukan kelancaran arus barang, khususnya komoditas pangan antardaerah. Karena itu, transformasi pelabuhan menjadi lebih ramah lingkungan, modern, dan berbasis digital menjadi salah satu langkah penting untuk menekan biaya logistik, memperkuat rantai pasok, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Mengusung tema “Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya“, GSPI ASRI 2026 mendorong pengelola pelabuhan di seluruh Indonesia menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, peningkatan efisiensi operasional, serta digitalisasi pelayanan kepelabuhanan.


Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Ditjen Hubla memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, GSPI menjadi momentum untuk membangun citra baru pelabuhan Indonesia yang lebih bersih, aman, dan modern.
“Kementerian Perhubungan mendukung penuh kegiatan ini karena sekaligus untuk menunjukkan image baru bahwa pelabuhan adalah tempat yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Di sisi lain, keterlibatan Ditjen Perhubungan Laut sebagai asesor juga bertujuan untuk mendorong para operator pelabuhan agar dapat memenuhi indikator green and smart pada pelabuhan yang dikelola,” ujar Masyhud dalam Konferensi Pers GSPI ASRI 2026 di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Mendorong Pengelola Pelabuhan
Ia menjelaskan, proses penilaian dalam GSPI ASRI tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap regulasi nasional maupun internasional, tetapi juga mendorong pengelola pelabuhan untuk menerapkan standar yang lebih tinggi atau beyond compliance.
Penilaian dilakukan berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, dengan komposisi bobot sebesar 80 persen untuk aspek Green Port dan 20 persen untuk aspek Smart Port.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan bahwa transformasi pelabuhan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berdaya saing.
Chief Operating Officer (COO) PT IDSurvey (Persero), David Sidjabat menambahkan, GSPI merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transformasi nasional melalui proses sertifikasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Program Green and Smart Port Initiative ASRI merupakan bentuk apresiasi kepada pelabuhan-pelabuhan yang telah mengikuti proses asesmen dan menunjukkan komitmen dalam menerapkan prinsip keberlanjutan serta digitalisasi di sektor kepelabuhanan.
Melalui kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan PT IDSurvey (Persero), program ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya pelabuhan yang lebih Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sekaligus mendukung penguatan Sistem Logistik Nasional, pembangunan berkelanjutan, serta ketahanan pangan Indonesia. (CHI)
Baca Juga:KSOP Patimban Perkuat Keselamatan Pelayaran















