JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melantik 205 Perwira Transportasi lulusan pTahun Akademik 2025/2026 di Kampus PKTJ, Tegal, Jumat (7/8/2026).
Pelantikan tersebut digelar sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan SDM transportasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjawab tantangan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Tanah Air.
Kepala BPSDMP, Suharto, mengatakan pelantikan ini bukan sekadar menandai berakhirnya masa pendidikan, tetapi menjadi awal pengabdian para lulusan dalam meningkatkan keselamatan transportasi jalan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia mendekati 25.000 jiwa setiap tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran SDM yang mampu menghadirkan kebijakan, inovasi, dan pelayanan transportasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setelah ini saudara harus membuktikan bahwa lulusan PKTJ memiliki komitmen dalam menjalankan amanah sebagai insan transportasi. Teruslah belajar karena dinamika transportasi akan terus berubah. Kondisi ini membutuhkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus menghadirkan kebijakan dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Suharto dari keterangan tertulis.
Menurutnya, lulusan PKTJ akan memegang peran strategis sesuai bidangnya. Lulusan dari jalur pola pembibitan akan bertugas sebagai regulator, sedangkan lulusan lainnya akan berperan sebagai operator transportasi.


Kolaborasi antara regulator, operator, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya keselamatan transportasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mewujudkan sistem transportasi jalan yang lebih aman, selamat, dan berkelanjutan.
Tiga Program Studi Siapkan Lulusan Sesuai Kebutuhan Industri
Kompetensi para lulusan dibangun melalui tiga program studi yang dimiliki PKTJ. Program Studi Rekayasa Sistem Transportasi Jalan menyiapkan lulusan yang mampu merancang, menganalisis, dan mengevaluasi sistem transportasi jalan, mulai dari manajemen lalu lintas, rekayasa keselamatan jalan, hingga penyusunan kebijakan transportasi berbasis data.
Sementara itu, Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif membekali taruna dengan kompetensi dalam pengujian, perawatan, dan pengembangan teknologi kendaraan agar memenuhi aspek keselamatan dan kelaikan jalan.
Adapun Program Studi Teknologi Otomotif menghasilkan tenaga vokasi yang memiliki keterampilan teknis di bidang inspeksi, pemeliharaan, serta perbaikan kendaraan untuk mendukung operasional transportasi yang aman dan andal.
Direktur PKTJ, Bambang Istiyanto, melaporkan sebanyak 205 taruna dinyatakan lulus, terdiri atas 85 lulusan Program Studi Sarjana Terapan Rekayasa Sistem Transportasi Jalan, 62 lulusan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Otomotif, dan 58 lulusan Program Diploma III Teknologi Otomotif.
“Para lulusan telah menyelesaikan proses pendidikan sesuai standar yang ditetapkan BPSDMP. Kami berharap kompetensi yang mereka miliki menjadi bekal untuk menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta berkontribusi dalam mewujudkan transportasi jalan yang semakin selamat bagi masyarakat,” kata Bambang.
ASN Masa Depan Harus Adaptif dan Berintegritas
Sehari sebelum pelantikan, PKTJ juga menggelar yudisium akhir program yang dihadiri Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Aba Subagja.
Dalam kesempatan tersebut, Aba menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden. Menurutnya, BPSDMP memiliki peran strategis dalam mencetak SDM transportasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus memenuhi harapan masyarakat terhadap pelayanan publik.
“Sebagai calon ASN dan insan transportasi, saudara memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan pengabdian para pendahulu. Jangan pernah berada di zona nyaman, tetapi jadilah pembelajar sepanjang hayat yang terus mengembangkan kompetensi agar mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, aparatur sipil negara (ASN) masa depan tidak hanya dituntut menguasai kompetensi teknis, tetapi juga harus memiliki kompetensi manajerial dan sosial kultural. Seluruh kompetensi tersebut, lanjutnya, harus dijalankan dengan integritas dan moralitas melalui penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK.
Pelantikan tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi Profesional Transportasi yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi dan Tantangan Global.” Melalui tema tersebut, BPSDMP menegaskan komitmennya untuk terus mencetak SDM transportasi yang profesional, adaptif, dan berintegritas guna menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan pelayanan transportasi yang semakin aman, selamat, dan berkelanjutan sejalan dengan semangat “Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri.” (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Tangani 492 Lokasi Kekeringan di Indonesia, Selamatkan 22.210 Hektar Sawah











