Home Berita Ancaman Siber Mengintai Transportasi Laut, Kemenhub Siapkan Strategi

Ancaman Siber Mengintai Transportasi Laut, Kemenhub Siapkan Strategi

Share

JAKARTA, LINTAS – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) meluncurkan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook sebagai acuan dalam menghadapi ancaman siber di sektor transportasi laut.

Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Table-top Exercise atau simulasi penanganan insiden siber hasil kerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Kegiatan berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia Fiona Ritchie, tim ISF Indo Pacific Cyber Programme, pakar siber dari University of Plymouth, serta perwakilan Kemenko Polkam dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Transformasi Digital 

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan, yang diwakili Direktur Kenavigasian Hernadi Tri Cahyanto, mengatakan transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam operasional transportasi laut, mulai dari sistem navigasi, manajemen pelabuhan, logistik hingga pertukaran data.

Namun, menurut Hernadi, ketergantungan terhadap teknologi digital juga meningkatkan risiko serangan siber yang dapat berdampak pada kelancaran rantai logistik, keselamatan pelayaran hingga perekonomian nasional.

“Transformasi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional transportasi laut. Namun, ketergantungan yang tinggi pada teknologi digital ini juga meningkatkan risiko dan ancaman keamanan siber,” tutur Hernadi.

Ia mengatakan Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook disusun sebagai acuan bersama bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapan, merespons insiden, serta melindungi data dan informasi dari berbagai ancaman siber.

Menurut Hernadi, keberadaan Playbook perlu diikuti pemahaman dan latihan yang memadai. Karena itu, Table-top Exercise menjadi bagian penting untuk menguji prosedur, mekanisme komunikasi dan pengambilan keputusan ketika terjadi insiden siber.

“Melalui latihan ini, kita dapat mengidentifikasi potensi kesenjangan serta memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing pihak agar koordinasi lintas sektor semakin solid,” katanya.

Meningkatkan Ketahanan Siber Transportasi 

Hernadi juga menyampaikan apresiasi Menteri Perhubungan kepada Pemerintah Inggris, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan University of Plymouth atas kemitraan dalam mendukung ketahanan siber maritim Indonesia.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan siber transportasi laut sekaligus mempererat kerja sama Indonesia dan Inggris dalam kerangka International Maritime Organization (IMO).

Ditjen Perhubungan Laut menilai kerja sama antara regulator, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, penyedia teknologi dan akademisi diperlukan agar transformasi digital transportasi laut dapat berlangsung secara aman dan andal serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional. (CHI)

Oleh:

Share