Home Berita Helikopter Water Bombing Jatuh di Kalteng, Tiga Orang Meninggal Dunia

Helikopter Water Bombing Jatuh di Kalteng, Tiga Orang Meninggal Dunia

Share

JAKARTA, LINTAS – Helikopter jenis Mi-17V5 dengan registrasi HA-5235 yang dioperasikan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Tiga dari delapan orang yang berada di dalam helikopter dilaporkan meninggal dunia, sedangkan lima lainnya menjalani perawatan medis. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta berharap para korban yang menjalani perawatan segera pulih.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga berharap para korban yang tengah menjalani perawatan segera pulih dan proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.

Baca Juga: Zero ODOL 2027 di Depan Mata, PPNS Diminta Bersih dari Pungli

Berdasarkan informasi awal yang diterima dari AirNav Indonesia, helikopter tersebut lepas landas dari Bandar Udara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, pada pukul 10.20 WIB. Helikopter menuju lokasi pemadaman di wilayah Telaga Pulang.

Dalam perjalanan, awak helikopter menginformasikan adanya perubahan area sasaran menuju wilayah Pematang Limau karena kondisi cuaca. Selanjutnya, pada pukul 11.17 WIB, petugas pelayanan lalu lintas penerbangan menerima informasi bahwa helikopter mengalami kecelakaan saat melakukan pengambilan air di wilayah perairan laut.

Delapan Awak

Helikopter tersebut membawa delapan orang awak. Berdasarkan laporan sementara, lima orang mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang. Sementara itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, satu korban telah berada di RSUD Kuala Pembuang, sedangkan dua korban lainnya masih dalam proses evakuasi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bandar Udara Kuala Pembuang menyiapkan fasilitas dan personel untuk mendukung penanganan kecelakaan. Pihak bandara juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait di lapangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII turut berkoordinasi dengan TNI Angkatan Darat, Basarnas, AirNav Indonesia, pengelola bandar udara, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk mendukung kelancaran proses evakuasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Kemenhub siap memberikan dukungan yang diperlukan, khususnya melalui kesiapsiagaan fasilitas bandar udara dan koordinasi pelayanan penerbangan, agar proses penanganan kejadian dapat berjalan dengan baik,” kata Lukman.

Kemenhub menjelaskan, helikopter tersebut merupakan pesawat udara negara yang dioperasikan TNI Angkatan Darat. Karena itu, informasi resmi lebih lanjut mengenai kondisi awak, perkembangan evakuasi, serta penyebab kecelakaan menjadi kewenangan instansi terkait.

Kemenhub juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan kejadian melalui sumber resmi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau situasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya. (CHI)

Baca Juga: Pelindo Hadirkan Dashboard ACS, Pembayaran Jasa Pelabuhan Kini Lebih Transparan

Oleh:

Share