JAKARTA, LINTAS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melakukan pengalihan alur Sungai Regoyo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk mengantisipasi luapan material lahar dingin Gunung Semeru sekaligus membuka kembali akses warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.
Hingga Selasa (3/11/2026), Tim Reaksi Cepat (TRC) BBWS Brantas masih melakukan penanganan tanggap darurat di kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru. Pengalihan alur sungai dilakukan setelah akses warga sebelumnya tertutup material lahar.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk membantu daerah terdampak bencana. Keselamatan masyarakat dan pemulihan kondisi wilayah menjadi prioritas dalam penanganan tersebut.
“Kementerian PU berkomitmen untuk menangani dampak bencana dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami,” kata Dody dikutip Rabu (4/11/2026).

Selain menangani Sungai Regoyo, BBWS Brantas melanjutkan perbaikan akses menuju lokasi penanggulangan bencana di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Perbaikan ini diperlukan agar mobilisasi personel, alat berat, dan material penanganan dapat berjalan lancar untuk mendukung kegiatan tanggap darurat.
Berdasarkan hasil peninjauan, identifikasi, dan inventarisasi Satgas Penanggulangan Bencana BBWS Brantas sejak Senin (2/11/2026), sejumlah infrastruktur sumber daya air mengalami kerusakan akibat banjir lahar.
Kerusakan
Kerusakan tersebut meliputi tanggul beton pengendali aliran sungai yang tertimbun material banjir, tiga unit bangunan sabo dam, serta tanggul sungai di bawah jembatan gantung yang mengalami pengikisan atau scouring.
Dampak banjir lahar juga ditemukan pada bangunan bronjong di Desa Lobang sepanjang 23,5 meter, dengan lebar 5 meter dan tinggi 9 meter. Selain itu, bangunan bronjong di antara Desa Tumpeng dan Desa Gesang dilaporkan ambrol.
Hasil inventarisasi tersebut menjadi dasar BBWS Brantas dalam menentukan kebutuhan dan prioritas penanganan infrastruktur yang terdampak.
Untuk mendukung pekerjaan tanggap darurat, BBWS Brantas telah menyiagakan bahan banjiran dan memobilisasi alat berat ke lokasi terdampak. Tim di lapangan juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.
Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi sungai, aktivitas vulkanik Gunung Semeru, serta potensi terjadinya banjir lahar susulan. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Normalisasi Sungai Pangur untuk Cegah Banjir Susulan di Gayo Lues












