Home Berita “Flyover” Bulak Kapal Bekasi Ditargetkan Rampung Triwulan I 2028

“Flyover” Bulak Kapal Bekasi Ditargetkan Rampung Triwulan I 2028

Share

JAKARTA, LINTAS – Pemerintah merencanakan pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan kebutuhan anggaran fisik sekitar Rp188 miliar. Proyek sepanjang sekitar 500 meter tersebut ditargetkan selesai pada triwulan I 2028 dengan waktu pelaksanaan 16 bulan.

Rencana pembangunan flyover tersebut ditinjau Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar pada Jumat (30/10/2026). Selain lokasi Flyover Bulak Kapal, rombongan juga meninjau Jembatan Kemang Pratama yang telah dibangun kembali setelah terputus akibat banjir.

Di lokasi rencana Flyover Bulak Kapal, AHY melihat langsung kondisi perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas di Kota Bekasi.

Menurut AHY, tingginya mobilitas masyarakat yang melintasi kawasan tersebut, ditambah frekuensi perjalanan kereta api yang cukup rapat, membuat kendaraan harus berulang kali berhenti. Kondisi ini memicu kemacetan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan antara kendaraan dan kereta api.

“Oleh karena itu, solusi untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa sekaligus mengurai kemacetan yang ada di Bulak Kapal, perlu dibangun flyover. Flyover ini diharapkan bisa mempersingkat waktu perjalanan masyarakat, baik kendaraan roda empat, roda dua, maupun kendaraan angkutan barang,” kata AHY dikutip Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Kementerian PKP Perluas Skema Pembiayaan untuk Percepat Penyediaan Hunian Terjangkau

Flyover Bulak Kapal direncanakan memiliki panjang sekitar 500 meter. Perencanaannya akan memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan teknis perkeretaapian. Adapun estimasi kebutuhan anggaran untuk pembangunan fisik mencapai sekitar Rp188 miliar.

Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar mengatakan, pembangunan flyover direncanakan berlangsung selama 16 bulan dan ditargetkan selesai pada triwulan I 2028.

Pelaksanaan proyek akan memperhatikan kesiapan lahan dan penyelesaian utilitas di lokasi pekerjaan. Kedua aspek tersebut menjadi perhatian agar pembangunan dapat dipercepat.

“Waktu pelaksanaan direncanakan 16 bulan, ditargetkan di triwulan pertama 2028 selesai. Mudah-mudahan kita bisa lakukan percepatan, apabila lahan sudah selesai dan utilitas selesai. Kita coba lakukan percepatan-percepatan,” tutur Roy.

Tanpa Pilar Tengah

Sebelum meninjau lokasi Flyover Bulak Kapal, AHY dan Roy terlebih dahulu melihat Jembatan Kemang Pratama yang melintasi Kali Bekasi. Jembatan tersebut telah dibangun kembali setelah terputus akibat banjir besar pada Maret 2025.

AHY menjelaskan, kerusakan jembatan sebelumnya dipicu curah hujan ekstrem yang menyebabkan debit air Kali Bekasi meningkat. Kondisi semakin parah akibat tumpukan sampah yang tersangkut pada pilar-pilar jembatan sehingga menimbulkan beban berlebih hingga akhirnya jembatan putus. Setelah kejadian tersebut, pemerintah melakukan koordinasi untuk mempercepat perbaikan jembatan.

“Setelah itu kita tinjau dan tentunya untuk segera memperbaiki kondisi jembatan ini, saya meminta kita semua duduk bersama. Dengan cepat kita merencanakan perbaikannya dan alhamdulillah sudah dibangun kembali, bahkan dengan desain yang baru,” tutur AHY.

Jembatan Kemang Pratama dibangun kembali melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dengan panjang bentang 78 meter. Desain barunya tidak menggunakan pilar di tengah sungai untuk mengurangi risiko sampah tersangkut pada struktur jembatan.

Selain itu, elevasi jembatan ditingkatkan dan disesuaikan dengan jembatan eksisting di sekitarnya. Desain tersebut juga menyediakan ruang bebas (clearance) yang lebih aman terhadap permukaan air ketika debit sungai meningkat.

AHY berharap konstruksi baru tersebut dapat meningkatkan ketahanan jembatan dalam menghadapi potensi curah hujan tinggi, terutama pada November dan Desember mendatang.

“Harapannya dengan konsep dan desain baru ini, selain kokoh, benar-benar aman dari banjir yang mungkin terjadi,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Plt. Direktur Jembatan Gatot Sukmara, Kepala BPN Kota Bekasi Tarbarita, Plt. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta–Jawa Barat Ibnu Kurniawan, serta jajaran terkait. (CHI)

Baca Juga: Pascabencana, Kementerian PU Bangun TPA dan Pulihkan Fasilitas Sanitasi di Sumut

Oleh:

Share