Home Berita Pascabencana, Kementerian PU Bangun TPA dan Pulihkan Fasilitas Sanitasi di Sumut

Pascabencana, Kementerian PU Bangun TPA dan Pulihkan Fasilitas Sanitasi di Sumut

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan dan pemulihan permanen infrastruktur sanitasi pascabencana di empat wilayah Sumatera Utara, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Penanganan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara tersebut mencakup sektor persampahan dan pengelolaan lumpur tinja. Pekerjaan dilakukan melalui pembangunan fasilitas baru serta optimalisasi infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan dan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memperoleh akses terhadap layanan dasar.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” kata Dody dikutip Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Kementerian PKP Perluas Skema Pembiayaan untuk Percepat Penyediaan Hunian Terjangkau

Pemulihan Infrastruktur

Kepala BPBPK Sumatera Utara Yenni Mulyadi menjelaskan, penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari kondisi darurat hingga pembangunan dan pemulihan infrastruktur secara permanen.

“Penanganan pascabencana tidak berhenti pada tahap darurat. Kami terus mempercepat pemulihan dan pembangunan infrastruktur sanitasi secara permanen agar layanan dasar masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik. Pekerjaan kami lakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah terdampak,” ujar Yenni.

Di Kota Sibolga, Kementerian PU membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di atas lahan seluas sekitar 3.019 meter persegi. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung sampah yang masuk sekitar 55 ton per hari dengan umur layanan yang direncanakan mencapai tiga tahun.

Pembangunan TPA meliputi pembentukan zona landfill dan zona Instalasi Pengolahan Lindi (IPL). Hingga saat ini, pekerjaan masih berlangsung sesuai tahapan pelaksanaan di lapangan.

Selain pembangunan TPA, Kementerian PU juga mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kota Sibolga yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana. Pekerjaan ini bertujuan mengembalikan fungsi pengolahan lumpur tinja agar pelayanan sanitasi kembali berjalan dan mendukung pengelolaan lingkungan.

Sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan, optimalisasi TPA Sipirok dilakukan melalui pembersihan dan penataan area, pemadatan, pekerjaan bore pile, serta pemasangan lapisan geotekstil dan geomembran. Pekerjaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan kondisi lapangan untuk mendukung pengelolaan sampah di fasilitas tersebut.

Dukungan layanan persampahan juga diberikan melalui pengadaan bak arm roll untuk kawasan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap). Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Penanganan permanen ini diarahkan untuk memulihkan fasilitas sanitasi yang terdampak sekaligus meningkatkan pengelolaan sampah dan lumpur tinja secara berkelanjutan. Pembangunan dan optimalisasi infrastruktur diharapkan dapat mendukung pemulihan lingkungan permukiman agar lebih aman dan sehat serta menunjang aktivitas masyarakat. (CHI)

Baca Juga: Jelang Nataru 2026/2027, Kemenhub Periksa Keselamatan Lima Moda Transportasi

Oleh:

Share