JAKARTA, LINTAS – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengajak perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi dan menjalin kemitraan dalam pengembangan sektor transportasi Indonesia.
Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung modernisasi infrastruktur, meningkatkan kualitas layanan transportasi, sekaligus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.
Ajakan itu disampaikan Dudy saat bertemu dengan delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama investasi, terutama pada pengembangan pelabuhan, bandara, jaringan jalan, perkeretaapian, hingga integrasi transportasi perkotaan.
“Untuk mendukung visi tersebut, kami berfokus pada modernisasi pelabuhan, pengembangan bandara, perluasan jaringan jalan dan kereta api, serta integrasi sistem transportasi perkotaan. Melalui upaya-upaya ini, kami bertujuan meningkatkan akses terhadap layanan transportasi, meningkatkan efisiensi dan keandalan, serta menjamin keselamatan dan keamanan pada seluruh moda transportasi,” kata Dudy dikutip Sabtu (31/10/2026).


Mitra Strategis
Menurut Menhub, perusahaan Amerika Serikat memiliki peluang untuk berperan sebagai investor sekaligus mitra strategis dalam pengembangan sektor transportasi nasional.
Pengalaman dan keahlian perusahaan AS di bidang teknologi, operasional, pembiayaan, serta pengembangan sumber daya manusia dinilai dapat membantu Indonesia mengatasi berbagai tantangan dan meningkatkan kualitas layanan transportasi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah isu strategis, meliputi keselamatan transportasi, peningkatan efisiensi sistem logistik, pengembangan moda transportasi yang lebih bersih, serta perbaikan mobilitas perkotaan.
Terkait keselamatan, Dudy menegaskan bahwa aspek tersebut harus menjadi landasan dalam setiap bentuk kemitraan di sektor penerbangan, transportasi laut, darat, maupun perkeretaapian.
“Kami menyambut baik kerja sama yang dapat memperkuat pemeliharaan, inspeksi, keandalan operasional, serta keterampilan personel. Teknologi harus dapat membantu kita mengidentifikasi risiko lebih dini dan mencegah terjadinya kecelakaan,” katanya.
Layanan Logistik
Sementara itu, dalam pembahasan sistem logistik, Menhub menyoroti kebutuhan Indonesia terhadap layanan logistik yang lebih efisien dan konektivitas yang semakin kuat.
Pemanfaatan perangkat digital dinilai dapat meningkatkan pertukaran informasi serta membantu operator mengambil keputusan secara lebih tepat.
Dudy berharap pertemuan dengan USABC dapat menghasilkan kerja sama konkret yang membuka peluang bagi para profesional dan pelaku bisnis di Indonesia.
Kemitraan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pengembangan keahlian dan kapasitas sumber daya manusia agar berbagai peningkatan di sektor transportasi dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
“Agar pertemuan ini produktif, saya mengundang setiap perusahaan mengidentifikasi bidang kerja sama yang paling menjanjikan, tantangan yang ingin diatasi, serta langkah selanjutnya yang diperlukan untuk menindaklanjutinya,” kata Dudy.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan US-ASEAN Business Council’s 2026 Indonesia Business Mission.
Kegiatan ini turut dihadiri delegasi USABC yang dipimpin H.E. Ambassador Brian McFeeters.
Sejumlah perusahaan Amerika Serikat juga hadir dalam delegasi tersebut, di antaranya Meta, Apple, PepsiCo Indonesia, UPS, dan Lubrizol.(CHI)












