Home BeritaBerita Headline Gateball Sulawesi Tengah Borong Medali di Kejurnas Gateball  2026

Gateball Sulawesi Tengah Borong Medali di Kejurnas Gateball  2026

Share

JAKARTA, LINTAS – Kontingen gateball Sulawesi Tengah meraih empat medali emas dan satu medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball 2026 di Cibubur, Jakarta. Dari 23 atlet yang diturunkan pada 11 kategori pertandingan, Sulawesi Tengah berhasil menembus lima posisi podium melalui nomor tunggal putri, triple putri, triple putra, beregu putri, dan ganda putri.

Wakil Ketua Umum I sekaligus Kepala Pelatih Tim Gateball Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan timnya menjalani persiapan sekitar satu minggu sebelum bertolak ke Cibubur.

Persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus gateball kabupaten dan kota untuk menentukan atlet serta kategori yang diikuti.

“Persiapan kami tidak terlalu berlebihan karena kondisi daerah juga sedang dalam efisiensi. Kami meminta kabupaten dan kota mengirimkan atlet sesuai kategori yang akan diikuti. Setelah nama-nama atlet terkumpul, kami melakukan persiapan kurang lebih satu minggu sebelum berangkat ke Cibubur,” ujar Asbudianto kepada Lintas melalui telepon seluler, Selasa (27/10/2026).

Asbudianto merinci, perolehan tiga medali emas disumbangkan melalui nomor putri, yakni tunggal putri, triple putri, dan beregu putri dan satu emas lainnya berasal dari nomor triple putra, sedangkan medali perak diperoleh melalui ganda putri.

Hasil tersebut memperlihatkan penampilan menonjol atlet putri Sulawesi Tengah pada Kejurnas tahun ini. Capaian itu sekaligus meningkat dibandingkan kejurnas 2025,  ketika Sulawesi Tengah menempati peringkat ketiga dengan dua medali emas.

Evaluasi Kejuaraan

Selain mengapresiasi hasil pertandingan, Asbudianto memberikan sejumlah masukan terkait penyelenggaraan Kejurnas, terutama kesiapan lapangan dan fasilitas pertandingan. Ia menilai kondisi lapangan secara umum sudah baik, tetapi perbaikan yang dilakukan menjelang kejuaraan membuat sejumlah pekerjaan belum selesai secara optimal.

“Ketika dilakukan perbaikan, waktunya terlalu mepet. Pasir masih berhamburan dan rumput belum tumbuh. Karena itu, tuan rumah Kejurnas berikutnya sebaiknya sudah ditentukan saat rapat nasional terakhir agar memiliki waktu cukup untuk menyiapkan infrastruktur dan perlengkapan pertandingan,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan scoring board atau papan skor digital untuk membantu penonton mengikuti jalannya pertandingan. Menurut dia, fasilitas tersebut dapat memberikan informasi mengenai skor dan perkembangan pertandingan secara langsung, sehingga meningkatkan daya tarik gateball bagi masyarakat.

Asbudianto turut mengusulkan pengaturan jadwal pertandingan berdasarkan nomor, mulai dari tunggal, ganda, triple, hingga beregu. Pola tersebut dinilai dapat mengurangi penumpukan atlet dan menekan biaya penginapan serta konsumsi yang harus ditanggung kontingen daerah.

“Biaya penginapan dan makan menjadi beban tersendiri bagi pengurus daerah maupun provinsi. Jika jadwal disusun dengan baik, atlet yang sudah menyelesaikan pertandingan bisa kembali lebih awal, sementara atlet yang masih dibutuhkan di nomor beregu tetap mengikuti pertandingan,” ujarnya.

Siap Jadi Tuan Rumah

Asbudianto menyatakan, Sulawesi Tengah siap mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejurnas Gateball 2027 maupun kejuaraan tingkat nasional lainnya. Menurut dia, daerahnya memiliki pengalaman menyiapkan fasilitas olahraga dan tinggal melakukan pembenahan untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan.

Ia berharap kesempatan menjadi tuan rumah dapat diberikan kepada Sulawesi Tengah agar pengembangan gateball tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Kesiapan tersebut juga didukung pengalaman daerahnya dalam menyediakan lapangan gateball untuk kegiatan olahraga masyarakat.

Asbudianto mengingatkan, persiapan penyelenggaraan perlu dilakukan jauh hari. Ia mencontohkan pengalaman Sulawesi Tengah yang pernah bersiap menjadi tuan rumah Kejurnas pada 2018, tetapi kejuaraan tersebut batal setelah gempa bumi melanda Palu pada 28 September 2018.

“Kalau dipercaya menjadi tuan rumah, Insyaallah kami siap menyiapkan infrastruktur, perlengkapan, dan manajemen pertandingan dengan baik. Harapan kami, penyelenggaraan kejuaraan nasional ke depan semakin baik sehingga atlet terbiasa bermain di lapangan yang memenuhi standar nasional maupun internasional,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas fasilitas pertandingan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan atlet Indonesia menghadapi kompetisi internasional. Pengalamannya bermain di Jepang, Thailand, Taiwan, dan China menjadi pembanding untuk mendorong peningkatan standar penyelenggaraan gateball di Tanah Air.

Seleksi Atlet

Sementara itu, atlet gateball Sulawesi Tengah, Agus, mengatakan, dirinya mulai menekuni olahraga tersebut pada 2012. Seiring bertambahnya jumlah peminat dan meningkatnya persaingan, proses seleksi atlet di daerahnya kini dilakukan lebih terukur dengan mempertimbangkan rekam jejak dan prestasi individu.

Menurut Agus, pencatatan prestasi menjadi salah satu dasar bagi pelatih dan tim pembinaan dalam menentukan atlet yang dipanggil untuk mengikuti kejuaraan. Proses tersebut penting untuk menjaga kualitas tim sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet yang menunjukkan perkembangan.

Pada Kejurnas 2026, Agus mengikuti sejumlah nomor pertandingan, termasuk beregu campuran dan ganda campuran. Ia mengakui persaingan berlangsung ketat, sehingga tidak semua nomor yang diikutinya berhasil menghasilkan medali.

Agus juga menyoroti tantangan pembiayaan yang dihadapi atlet dan pengurus daerah dalam mengikuti kejuaraan nasional. Menurut dia, kebutuhan biaya perjalanan, penginapan, dan konsumsi menjadi pertimbangan penting, terutama ketika kejuaraan berlangsung selama beberapa hari.

Ia berharap pembinaan atlet dan dukungan terhadap kontingen daerah dapat terus ditingkatkan agar prestasi yang diraih di tingkat nasional berkelanjutan. Keberhasilan Sulawesi Tengah meraih empat emas dan satu perak, menurut dia, menjadi modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya sekaligus memperkuat regenerasi atlet gateball di daerah.

Oleh:

Share