Home Berita Atasi Banjir Tangerang hingga Jakarta, Gubernur Banten Benahi Kali Angke

Atasi Banjir Tangerang hingga Jakarta, Gubernur Banten Benahi Kali Angke

Share

TANGERANG, LINTAS – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Pemerintah Provinsi Banten telah melakukan normalisasi Kali Angke untuk mengurangi risiko banjir yang berdampak pada Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Jakarta.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan susur Kali Angke di Kota Tangerang, Banten, Jumat (30/10/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan penyempitan aliran.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pemicu banjir di sejumlah wilayah.

Andra Soni menjelaskan, Pemprov Banten telah mengerahkan alat berat untuk mendukung normalisasi sungai.

Selain itu, koordinasi dengan Kementerian PU dan pemerintah kabupaten/kota terus dilakukan untuk menangani titik-titik rawan banjir.

“Permasalahan Kali Angke ini berdampak terhadap banjir di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga wilayah Jakarta. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bersama. Pemerintah Provinsi Banten juga telah menurunkan alat untuk normalisasi, sementara pemerintah daerah terus berproses dalam pembebasan lahan agar pekerjaan fisik dapat dilaksanakan,” kata Andra Soni.

Ia menyebutkan, salah satu kendala dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur pengendali banjir adalah kebutuhan pembebasan lahan.

Hingga saat ini, pemerintah daerah telah membebaskan sekitar 600 meter lahan untuk mendukung pekerjaan tersebut.

Untuk mendukung penanganan ini, sekitar 600 meter lahan sudah dibebaskan oleh pemerintah daerah. Selanjutnya, pembangunan fisik akan dilakukan secara bertahap sesuai kewenangan dan hasil koordinasi bersama,” tutur Andra Soni.

Keterlibatan Semua Pihak

Menurut Andra Soni, penanganan Kali Angke membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena dampak banjir tidak hanya dirasakan satu wilayah pemerintahan.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penanganan sungai.

Penanganan Kali Angke mencakup normalisasi dan pelebaran sungai, perbaikan tanggul dan sheet pile, serta evaluasi bangunan air yang memengaruhi aliran sungai.

Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sehingga risiko banjir dan kerugian masyarakat, khususnya saat musim hujan, dapat dikurangi.

Selain penanganan infrastruktur, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah maupun material lainnya ke badan sungai agar fungsi Kali Angke sebagai saluran aliran air tetap terpelihara.(CHI)

Oleh:

Share