JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akses jalan Tarutung–Sibolga di Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kembali dapat dilalui setelah penanganan darurat jalan amblas sepanjang 25 meter selesai 100% pada 27 Oktober 2026.
Penanganan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara bersama kontraktor pelaksana PT Hutama Karya dan Satuan Lalu Lintas Polres Tapanuli Utara untuk memulihkan konektivitas serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, menjaga konektivitas menjadi prioritas pemerintah dalam situasi darurat bencana karena jalan dan jembatan berperan strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody dikutip Kamis (29/10/2026).

Jalan amblas terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 12.15 WIB, di STA 29+900, Ruas Batas Kabupaten Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah, Ruas 1, Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara.
Kejadian dipicu intensitas hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut diperberat oleh peningkatan volume kendaraan di ruas Tarutung–Sibolga setelah kerusakan dan amblasnya ruas Tarutung–Sipirok menyebabkan pengalihan arus lalu lintas ke jalur detour.
Lokasi longsoran berada di sisi area pekerjaan pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan fondasi bored pile yang masih dalam tahap konstruksi. Hujan sejak siang hingga tengah malam mengakibatkan badan jalan detour amblas hingga terputus. Akibatnya, jalur utama Tarutung–Sibolga sempat tidak dapat dilalui.
Tidak ada kendaraan yang terdampak langsung oleh longsoran dan tidak dilaporkan korban jiwa. Namun, kejadian tersebut mengganggu akses masyarakat dari kawasan Tarutung menuju Simpang Rampah.
Baca Juga: Jasa Raharja Siapkan Tiga Strategi Hadapi Angkutan Nataru 2026/2027
Perbaikan
Untuk memulihkan akses, BBPJN Sumatera Utara melakukan penimbunan dan pemadatan material pada badan jalan serta memasang enam lembar pelat baja berukuran 2 x 1 meter.
Pekerjaan tersebut didukung tiga unit ekskavator, satu unit vibro roller, dan lima unit dump truck. Material yang digunakan meliputi agregat Kelas A, urugan pilihan, pelat baja, 100 batang kayu cerucuk, serta 100 buah geobag.
Berdasarkan laporan penanganan per 27 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, perbaikan darurat sepanjang 25 meter telah selesai seluruhnya atau mencapai progres 100% dari rencana penanganan.
Setelah pekerjaan dilakukan, akses jalan berangsur pulih. Kendaraan roda empat berukuran kecil dilaporkan sudah dapat melintas pada malam hari, kemudian disusul kendaraan berukuran besar pada pukul 23.30 WIB.

Kendala Penanganan di Lapangan
Dalam proses perbaikan, petugas menghadapi keterbatasan ruang untuk melebarkan jalur detour karena terdapat dinding halaman rumah warga di sekitar lokasi. Selain itu, kepadatan kendaraan yang terjebak di sekitar area kejadian menghambat mobilisasi truk pengangkut material.
Kementerian PU melalui BBPJN Sumatera Utara terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani kondisi jalan, menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi barang di jalur Tarutung–Sibolga. (CHI)
Baca Juga: Atasi Krisis Air di Gurabunga Maluku Utara, Kementerian PU Siapkan Sumur Bor 10 Liter per Detik












