JAKARTA, LINTAS – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mendorong peningkatan kapasitas angkut KRL melalui pengoperasian rangkaian 12 gerbong.
Untuk layanan Green Line atau lintas Tanah Abang-Rangkasbitung, rangkaian yang lebih panjang tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dengan dukungan penambahan gardu listrik.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, mengatakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyampaikan rencana pembangunan tambahan gardu listrik untuk mendukung pengoperasian KRL dengan formasi 12 gerbong di Green Line.
“KAI sudah menyampaikan kepada kami bahwa untuk Green Line akan segera dibangun tambahan gardu listrik, sehingga kereta yang lebih panjang, yakni satu rangkaian 12 gerbong, bisa segera dioperasikan tahun depan,” kata Allan saat berbincang dengan Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub), Senin (26/10/2026).
Selain di Green Line, DJKA juga mengimbau KAI mempercepat pengadaan rangkaian KRL dengan formasi 12 gerbong atau 12 standard formation (12 SF) untuk layanan lainnya.
Menurut Allan, penggunaan rangkaian yang lebih panjang memungkinkan lebih banyak penumpang terangkut dalam satu perjalanan, terutama pada jam sibuk.
“Kami juga mengimbau PT KAI untuk mempercepat pengadaan trainset 12 SF atau rangkaian dengan jumlah gerbong lebih banyak, sehingga sekali jalan bisa mengangkut lebih banyak penumpang, terutama pada jam sibuk,” ujarnya.
Penambahan kapasitas angkut menjadi salah satu upaya untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna KRL. Dengan rangkaian yang lebih panjang, jumlah penumpang yang dapat dilayani dalam satu perjalanan diharapkan meningkat. (CHI)












