JAKARTA, LINTAS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu 3.030 penerbangan di Indonesia pada periode 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.700 penerbangan dibatalkan akibat gangguan operasional. Meski demikian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak ada bandar udara (bandara) yang ditutup.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan seluruh bandara tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal berdasarkan kondisi cuaca dan jarak pandang di wilayah terdampak karhutla.
“Jadi tidak ada bandara yang ditutup ya. Tidak ada bandara yang ditutup,” kata Lukman dalam acara bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub), Senin (26/10/2026).
Menurut Lukman, penyesuaian operasional dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan ketika cuaca dan jarak pandang tidak memungkinkan pesawat beroperasi sesuai jadwal. Penerbangan tetap dilayani selama kondisi di lapangan memenuhi persyaratan keselamatan.
Baca Juga: Ada Subsidi PPN Tiket Pesawat Rp722 Miliar Saat Nataru, Ini Periode Penerbangan yang Berlaku
Kemenhub mencatat 78 bandara terdampak karhutla selama periode 18–25 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 bandara berada di bawah pengelolaan unit penyelenggara bandar udara atau unit pelaksana teknis daerah, tujuh bandara dikelola Angkasa Pura, dan satu bandara dikelola pihak swasta.
Sementara itu, dalam periode 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026, gangguan karhutla memengaruhi 3.030 penerbangan pada 154 rute. Sekitar 1.700 penerbangan di antaranya mengalami pembatalan.
Gangguan terutama terjadi pada penerbangan menuju Pontianak, Singkawang, Palangka Raya, dan Pangkalan Bun. Selain penerbangan komersial, sebanyak 617 penerbangan perintis di wilayah Papua, Kalimantan, dan Maluku turut terdampak.
Jadwal Penerbangan Disesuaikan
Lukman mencontohkan penyesuaian jadwal penerbangan di Pontianak, Kalimantan Barat. Ketika kondisi cuaca pada siang hari tidak mendukung operasional, sejumlah penerbangan dialihkan ke malam hari saat cuaca lebih cerah dan jarak pandang memungkinkan pesawat beroperasi.
“Di Pontianak yang tadinya siang bisa dimanfaatkan untuk penerbangan, akhirnya pindah pada saat cuaca cerah pada malam hari. Itu tetap ada penerbangan,” ujar Lukman.
Ia menegaskan, perubahan waktu penerbangan tersebut bukan berarti bandara ditutup. Pelayanan penerbangan tetap berjalan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan pemenuhan persyaratan keselamatan.
Selain melakukan pengawasan terhadap operasional penerbangan, Kemenhub mendukung penanganan karhutla melalui penerbitan izin operasional bagi pesawat yang digunakan untuk memadamkan kebakaran. Menurut Lukman, pemerintah telah menerbitkan izin yang diperlukan untuk pengoperasian 42 helikopter pendukung penanganan karhutla.
Dukungan tersebut dilakukan untuk membantu penanganan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap transportasi udara.
Bandara Terdampak di Papua Berkurang
Kemenhub juga mencatat perbaikan kondisi penerbangan di sejumlah wilayah. Di Papua, jumlah bandara terdampak karhutla yang sebelumnya mencapai 12 bandara kini berkurang menjadi tujuh bandara.
“Yang jelas kalau area-area yang saat ini kan mulai berkurang kayak Papua yang tadinya 12 bandara sekarang tinggal 7 gitu kan. Makin berkurang (bandara terdampak) sih, benar-benar musim hujan juga sudah bisa ada dan penerbangan bisa lebih lancar,” tutur Lukman.
Untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap keselamatan transportasi, Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE MHB 4 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan Sarana dan Prasarana Transportasi terhadap Bahaya Kebakaran Hutan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menerbitkan Surat Edaran Nomor SE 19 Tahun 2026 mengenai mitigasi risiko dampak kebakaran hutan terhadap operasional penerbangan.
Kedua surat edaran tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan penyelenggara transportasi udara dalam menghadapi gangguan akibat karhutla. Kebijakan itu telah disampaikan kepada operator penerbangan, pengelola bandara, badan usaha angkutan udara domestik dan internasional, serta pengelola bandara swasta. (CHI)
Baca Juga: Perlintasan Kereta Jalan MA Salmun Kota Bogor Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya












