Home Berita Perlintasan Kereta Jalan MA Salmun Kota Bogor Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya

Perlintasan Kereta Jalan MA Salmun Kota Bogor Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta bersama Pemerintah Kota Bogor menutup perlintasan sebidang JPL No. 1 di Km 54+416, Jalan MA Salmun, Kota Bogor.

Penutupan ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan sekaligus menata akses transportasi di kawasan Stasiun Bogor.

Dengan penutupan tersebut, masyarakat tidak lagi diperbolehkan melintasi rel kereta api melalui perlintasan JPL No. 1. Pengguna jalan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif sesuai dengan pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Perlintasan sebidang JPL No. 1 di Jalan MA Salmun telah resmi ditutup demi keselamatan bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan lokasi tersebut sebagai akses penyeberangan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI bersama Pemerintah Kota Bogor dalam menciptakan lingkungan transportasi yang semakin selamat, aman, dan tertib,” kata Franoto dikutip Selasa (27/20/2026).

Perlintasan kereta Jalan MA Salmun ditutup. Dok/KAI Daop 1 Jakarta.

Jalur Alternatif

Seiring dengan penutupan perlintasan, rekayasa lalu lintas disiapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanan melalui sejumlah rute alternatif yang telah diinformasikan di lapangan.

Baca Juga: Atasi Kepadatan KRL, Kemenhub Desak KAI Mempercepat Pengadaan 8 Trainset

Rute pertama melalui Jalan MA Salmun–Mayor Oking–Kapten Muslihat–Djuanda–Sudirman–Sawojajar–Dewi Sartika.

Rute kedua dari Jalan Dewi Sartika menuju Jalan Pengadilan–Sudirman–RE Martadinata–Merdeka–MA Salmun. Sementara itu, pengguna jalan dari kawasan Ciwaringin dapat memanfaatkan rute Jalan Ciwaringin–MA Salmun.

Masyarakat diimbau memperhatikan rambu dan petunjuk arah serta mengikuti pengaturan lalu lintas yang berlaku. Pengguna jalan juga perlu menyesuaikan waktu perjalanan dengan mempertimbangkan perubahan akses di sekitar lokasi penutupan.

“Kami memahami bahwa penutupan perlintasan ini memerlukan penyesuaian bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan. Keselamatan harus menjadi perhatian bersama tanpa mengesampingkan kebutuhan mobilitas masyarakat,” kata Franoto.

Jembatan Penyeberangan

Penutupan perlintasan JPL No. 1 menjadi bagian dari koordinasi KAI dan Pemerintah Kota Bogor dalam menata kawasan Stasiun Bogor. Selain meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, penataan tersebut diarahkan untuk memperbaiki aksesibilitas bagi masyarakat dan pelanggan kereta api.

Dalam rencana penataan jangka panjang, Pemerintah Kota Bogor juga merencanakan pembangunan jembatan penyeberangan yang dapat digunakan pejalan kaki dan pengendara sepeda motor untuk mendukung konektivitas di kawasan tersebut.

Franoto mengapresiasi kerja sama dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan keselamatan dan menata akses transportasi di sekitar stasiun.

“KAI mengapresiasi sinergi yang terus terjalin bersama Pemerintah Kota Bogor. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan kawasan Stasiun Bogor yang semakin aman, tertata, dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat maupun pelanggan kereta api,” ungkapnya. (CHI)

Baca Juga: KRL INKA Masuk Bengkel, Kemenhub Minta Perbaikan Dipercepat

Oleh:

Share