JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendesak PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat pengadaan delapan rangkaian kereta rel listrik (KRL) untuk mengatasi kepadatan penumpang Commuter Line Jabodetabek. Selain menambah armada, KAI didorong mengoperasikan rangkaian dengan kapasitas hingga 12 gerbong per perjalanan, terutama pada jam sibuk.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan, kepadatan layanan KRL berkaitan dengan kapasitas angkut yang belum mampu memenuhi kebutuhan penumpang. Karena itu, penambahan rangkaian menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya angkut.
“Secara garis besar (gangguan pada layanan KRL) terkait over capacity, jadi memang sudah butuh kapasitas tambahan,” ujar Allan kepada wartawan dalam diskusi Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Menurut Allan, KAI telah menyampaikan rencana penambahan gardu listrik pada lintas Green Line. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk mendukung pengoperasian rangkaian yang lebih panjang, sehingga kapasitas angkut penumpang dapat ditingkatkan.
“KAI sudah juga menyampaikan ke kami bahwa untuk Green Line akan segera dibangunkan tambahan gardu listrik sehingga kereta yang lebih panjang, yang 12 SF, satu rangkaian 12 gerbong kereta, itu bisa segera dioperasikan di tahun depan untuk Green Line,” jelasnya.
Baca Juga: KAI Properti Bangun Selasar 250 Meter, Hubungkan Stasiun Karet dan BNI City
Pengadaan Trainset
Selain menambah pasokan listrik, Kemenhub meminta KAI mempercepat pengadaan trainset dengan formasi 12 gerbong. Rangkaian yang lebih panjang diharapkan dapat mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan, khususnya pada jam keberangkatan dan kepulangan pekerja.
“Untuk yang lainnya tentunya kita juga mengimbau kepada PT KAI untuk mempercepat pengadaan trainset 12 SF atau trainset dengan rangkaian lebih panjang. Sehingga sekali jalan itu kan bisa mengangkut lebih banyak penumpang ya, terutama di jam sibuk,” kata Allan.
Kemenhub juga menyoroti perkembangan pengadaan 35 trainset baru yang telah disetujui sejak 2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 rangkaian impor dari China telah beroperasi. Sementara itu, dari 16 rangkaian yang diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA), tujuh rangkaian sudah beroperasi dan sembilan lainnya masih dalam proses produksi.
Dengan perkembangan tersebut, masih terdapat delapan trainset yang perlu segera diadakan untuk memenuhi total kebutuhan 35 rangkaian baru sesuai rencana pengadaan yang disampaikan Allan.
Menurut Allan, penambahan rangkaian dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan antara kapasitas angkut dan jumlah pengguna KRL yang terus membutuhkan layanan pada jam sibuk.
“Nah, delapan rangkaian ini tentunya kita mendorong agar PT KAI segera mengadakan, karena kebutuhan mendesak yang kita ketahui semua di stasiun, di lapangan, bahwa memang kita membutuhkan delapan trainset ini segera melayani masyarakat,” tutur Allan. (CHI)
Baca Juga: KRL INKA Masuk Bengkel, Kemenhub Minta Perbaikan Dipercepat












