JAKARTA, LINTAS – Perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh (KAJJ) tidak hanya membutuhkan tiket dan barang bawaan yang siap.
Penumpang juga perlu memperhitungkan waktu kedatangan di stasiun agar memiliki cukup waktu untuk melakukan proses boarding, memeriksa informasi perjalanan, hingga menuju peron.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyarankan pelanggan tiba di stasiun setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan.
Imbauan ini ditujukan agar proses persiapan perjalanan berlangsung lebih nyaman, terutama ketika mobilitas penumpang sedang tinggi.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, pelanggan perlu memperhitungkan perjalanan menuju stasiun, termasuk kemungkinan kepadatan lalu lintas dan waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan sebelum memasuki area keberangkatan.
“Kami menyarankan pelanggan datang setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan. Dengan datang lebih awal, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan boarding, memastikan nomor kereta dan tempat duduk, serta menuju peron dengan lebih nyaman tanpa terburu-buru,” ujar Franoto dikutip Sabtu (17/10/2026).
Imbauan tersebut relevan dengan tingginya aktivitas perjalanan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta.
Sepanjang September 2026, tujuh stasiun di wilayah ini mencatat total 1.626.534 pergerakan penumpang kereta api jarak jauh. Angka tersebut terdiri atas 817.263 penumpang berangkat dan 809.271 penumpang tiba.
Besarnya volume perjalanan membuat perencanaan waktu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pelanggan.
Datang terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan berisiko membuat penumpang kehabisan waktu untuk menyelesaikan pemeriksaan dan mencapai kereta.
Face Recognition
Selain mengatur waktu kedatangan, pelanggan dapat memanfaatkan fasilitas face recognition atau pengenalan wajah yang tersedia di sejumlah stasiun, termasuk Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Bekasi.
Teknologi ini memungkinkan pelanggan yang telah melakukan registrasi menjalani pemeriksaan boarding melalui pemindaian wajah.

Dengan demikian, pelanggan tidak perlu menunjukkan tiket dan identitas secara manual pada tahapan boarding yang menggunakan fasilitas tersebut.
Selama Januari hingga September 2026, 1lKAI Daop 1 Jakarta mencatat 2.473.701 penggunaan fasilitas face recognition.
Stasiun Gambir mencatat penggunaan terbanyak, yakni 1.443.435 kali.
Berikutnya, Stasiun Pasar Senen mencatat 749.385 penggunaan, sedangkan Stasiun Bekasi sebanyak 280.881 penggunaan.
Franoto menjelaskan, fasilitas tersebut dirancang untuk mempermudah pemeriksaan pelanggan sekaligus membuat proses keberangkatan lebih praktis.
“Pelanggan yang sudah terdaftar cukup melakukan pemindaian wajah di boarding gate. Fasilitas ini memudahkan proses pemeriksaan sehingga pelanggan tidak perlu menunjukkan tiket dan identitas secara berulang pada proses boarding menggunakan face recognition,” jelasnya.
Pelanggan yang belum terdaftar dapat melakukan registrasi melalui aplikasi Access by KAI atau fasilitas registrasi yang tersedia di stasiun sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski menggunakan layanan digital, pelanggan tetap diimbau membawa identitas diri yang sah selama perjalanan.
Penggunaan face recognition juga mendukung pengurangan pemakaian kertas dalam pelayanan. Pelanggan tidak perlu mencetak tiket untuk proses boarding yang menggunakan sistem pengenalan wajah tersebut.
“Pemanfaatan face recognition tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital KAI yang mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Melalui layanan tanpa tiket cetak, kami terus mendorong pelayanan yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan,” kata Franoto.

Stasiun Tersibuk
Data KAI Daop 1 Jakarta menunjukkan, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir menjadi dua stasiun dengan volume keberangkatan penumpang kereta api jarak jauh tertinggi selama September 2026.
Stasiun Pasar Senen mencatat 302.120 penumpang berangkat, disusul Stasiun Gambir sebanyak 288.695 penumpang. Stasiun Bekasi berada di urutan berikutnya dengan 108.651 penumpang.
Sementara itu, Stasiun Jatinegara melayani 53.905 penumpang berangkat, Stasiun Cikarang 33.838 penumpang, Stasiun Karawang 16.082 penumpang, dan Stasiun Cikampek 13.972 penumpang.
Tingginya volume keberangkatan di sejumlah stasiun tersebut menjadi alasan bagi pelanggan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Selain memperhitungkan waktu tempuh dari rumah atau tempat aktivitas, pelanggan perlu memastikan stasiun keberangkatan sesuai dengan informasi yang tercantum pada tiket.
“Pastikan stasiun keberangkatan sesuai dengan yang tertera pada tiket, siapkan identitas diri, dan perhatikan informasi perjalanan. Kami mengajak pelanggan memanfaatkan fasilitas yang tersedia serta merencanakan waktu perjalanan menuju stasiun dengan baik agar tidak tertinggal kereta,” tutur Franoto.
Tips Sebelum Berangkat
Agar perjalanan berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pelanggan sebelum berangkat menggunakan kereta api jarak jauh.
Pertama, rencanakan perjalanan menuju stasiun dengan memperhitungkan kondisi lalu lintas dan jarak tempuh. Usahakan tiba setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan, serta tetap perhatikan batas waktu boarding yang berlaku di stasiun.
Kedua, periksa kembali tiket, nama penumpang, tanggal keberangkatan, jadwal, dan stasiun yang tercantum. Pastikan pula nomor kereta dan tempat duduk sebelum menuju peron.
Ketiga, siapkan identitas diri yang sah. Bagi pelanggan yang menggunakan face recognition, pastikan registrasi telah dilakukan dan ikuti petunjuk pada fasilitas boarding yang tersedia.
Keempat, jaga barang bawaan dan ikuti arahan petugas selama berada di stasiun. Pelanggan juga disarankan memantau informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi perusahaan.
Dengan persiapan yang tepat, perjalanan menggunakan kereta api tidak harus diawali dengan terburu-buru.
Mengatur waktu kedatangan, memastikan dokumen perjalanan, dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dapat membantu pelanggan menjalani proses keberangkatan dengan lebih tertib dan nyaman. (CHI)












