Home Berita Cegah Banjir, Bendali Hulu Sungai Ampal Balikpapan Ditargetkan Rampung Desember 2026

Cegah Banjir, Bendali Hulu Sungai Ampal Balikpapan Ditargetkan Rampung Desember 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – Hingga 27 Oktober 2026, progres fisik pembangunan infrastruktur senilai Rp46,56 miliar tersebut telah mencapai 62% dan ditargetkan selesai pada 21 Desember 2026.

Bendali Hulu Sungai Ampal merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir Kota Balikpapan.

Infrastruktur ini dirancang untuk menampung dan mengatur debit air dari kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal sebelum mengalir ke wilayah hilir, sehingga dapat mengurangi risiko banjir serta melindungi permukiman dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam pengendalian banjir dan penataan kawasan.

“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Dody dikutip Rabu (28/10/2026).

Pengendalian Banjir

Secara geografis, Kota Balikpapan berada di pesisir timur Pulau Kalimantan dan berbatasan dengan Teluk Balikpapan. Wilayahnya didominasi kawasan berbukit, sehingga pengelolaan aliran air dari hulu ke hilir menjadi salah satu aspek penting dalam pengendalian banjir.

Kondisi ini juga diperberat oleh keterbatasan kapasitas tampung sejumlah saluran drainase ketika menerima debit banjir.

Dalam skema pengendalian banjir Sungai Ampal secara terpadu, Bendali Hulu Sungai Ampal diproyeksikan mampu mereduksi banjir sebesar 15,70% atau mencakup sekitar 40 hektare wilayah hilir.

Keberadaan bendali ini diharapkan melengkapi infrastruktur yang telah tersedia sekaligus meningkatkan kemampuan sistem dalam mengatur aliran air.

Penanganan banjir Sungai Ampal tidak hanya mengandalkan kolam retensi atau bendali, tetapi juga mencakup pembangunan tanggul, sistem pompa, peningkatan kapasitas saluran, hingga penanganan kawasan muara.

Sebelumnya, di kawasan Sungai Ampal telah tersedia Bendali Wonorejo, Bendali III, dan Bendali IV.

Sejumlah penanganan lainnya juga telah dikerjakan Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda untuk mendukung pengurangan risiko banjir di Kota Balikpapan.

Dibangun di Lahan 9,8 Hektare

Bendali Hulu Sungai Ampal dibangun di atas lahan seluas 9,8 hektare, tepatnya di belakang Pasar Segar, Kota Balikpapan.

Infrastruktur ini diharapkan dapat menampung aliran air saat musim hujan dari wilayah Balikpapan Utara dan Jalan MT Haryono, termasuk aliran dari tiga saluran, yakni Strat 3, Sumberejo, dan Depsos Bawah.

Pembangunan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Aura Sinar Baru dengan anggaran APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp46,56 miliar.

Pekerjaan berlangsung selama 270 hari kalender, terhitung sejak penandatanganan kontrak pada 26 Maret 2026, dengan target penyelesaian pada 21 Desember 2026.

Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, kawasan bendali tersebut juga diproyeksikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Balikpapan merencanakan fasilitas pendukung, seperti jogging track, agar kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik dan tempat rekreasi keluarga. (CHI)

Oleh:

Share