Home Berita Banjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Perbaiki Tanggul Sungai

Banjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Perbaiki Tanggul Sungai

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani dampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, melalui perbaikan dan peninggian tanggul sungai, pengerahan alat berat, serta penyaluran dukungan sarana dan logistik bagi masyarakat terdampak.

Penanganan dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara setelah banjir melanda sejumlah wilayah akibat hujan berintensitas tinggi di kawasan hulu perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara pada Jumat (23/10/2026).

Dampak banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Tukka, Kecamatan Badiri, dan Kecamatan Pandan. Selain menangani infrastruktur sungai, Kementerian PU juga menyiapkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, penanganan bencana hidrometeorologi dilakukan melalui langkah tanggap darurat sekaligus penyiapan penanganan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” kata Dody dikutip Senin (26/10/2026).

Perbaikan Tanggul di Sungai Tukka dan Silaga-laga

Dalam penanganan infrastruktur sumber daya air, BBWS Sumatera II Medan mengerahkan satu unit excavator standar PC 200 untuk memperbaiki dan meninggikan tanggul Sungai Tukka di Desa Hutanabolon serta Sungai Silaga-laga di Desa Sipange.

Baca Juga: Proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Capai 79,42 Persen, Ditargetkan Rampung 2027

Pekerjaan tersebut ditujukan untuk memperkuat fungsi tanggul dalam menahan aliran air sungai dan meningkatkan perlindungan kawasan di sekitarnya. Penanganan juga menjadi perhatian pada sistem sungai dan tanggul yang melintasi Kelurahan Bonalumban, Kelurahan Tukka, Kelurahan Hutanabolon, dan Kelurahan Sibuluan.

Pemeriksaan kondisi infrastruktur serta identifikasi titik-titik rawan limpasan dilakukan untuk menentukan prioritas penanganan berdasarkan kondisi teknis di lapangan. Langkah ini diperlukan untuk mengetahui bagian infrastruktur yang membutuhkan penanganan serta mengurangi risiko luapan air ke kawasan permukiman.

Mobilisasi Huntara dan Dukungan Air Bersih

Selain menangani tanggul dan alur sungai, Kementerian PU melalui BPBPK Sumatera Utara memobilisasi sarana dan logistik untuk mendukung penanganan dampak banjir.

Dukungan tersebut meliputi satu unit Mobil Tangki Air (MTA) serta satu unit dump truck yang mengangkut 10 unit hunian sementara (huntara) menuju Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kementerian PU juga berkoordinasi dengan Direktur Utama PDAM Tapanuli Tengah untuk mendukung distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian PU meminjamkan satu unit Mobil Tangki Air kepada PDAM agar dapat digunakan untuk menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Dukungan sarana tersebut diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama penanganan dampak banjir berlangsung.

Koordinasi untuk Mengantisipasi Banjir Susulan

Kementerian PU terus mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur sumber daya air serta menentukan kebutuhan penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.

Langkah yang dilakukan mencakup pemeriksaan kondisi tanggul dan alur sungai, identifikasi titik rawan limpasan, serta penyiapan penanganan darurat guna mengurangi risiko banjir susulan.

Koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan berjalan terpadu, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, perlindungan permukiman, dan pemulihan fungsi infrastruktur dasar.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan deras masih berlangsung di wilayah hulu. Warga juga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan petugas setempat.

Apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba, masyarakat diminta segera menjauhi alur sungai untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan. (CHI)

Baca Juga: KAI Targetkan Penataan Kawasan Karet–Sudirman Baru Selesai Desember 2026

Oleh:

Share