JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan 11 titik sumur air tanah, tujuh unit reservoir, dan jaringan perpipaan sepanjang sekitar 11,86 kilometer untuk memperluas akses air bersih bagi sekitar 2.200 warga di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Salah satu langkah awalnya adalah menyiapkan sumur bor berkapasitas 10 liter per detik untuk mendukung kebutuhan air masyarakat Gurabunga yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan air.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau kondisi warga bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda pada Rabu (28/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung persoalan pemenuhan air bersih, khususnya bagi masyarakat Kelurahan Gurabunga yang terdampak kekeringan.
Dody mengaku prihatin setelah menerima informasi mengenai kesulitan warga memperoleh air yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Menurutnya, ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur.
“Saya cukup kaget mendapat informasi bahwa ada daerah di Gurabunga yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak mendapatkan air. Air ini tidak boleh terlewatkan karena merupakan kebutuhan hidup yang paling esensial bagi manusia,” kata Dody.
Ia menegaskan, penyediaan air bersih sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, terutama dalam memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi.

Sumur Bor Berkedalaman 100 Meter
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menyiapkan pembangunan sumur bor di Kelurahan Tomagoba. Sumur tersebut direncanakan memiliki kedalaman pengeboran sekitar 100 meter dengan kapasitas 10 liter per detik.
Sumber air baku dari sumur bor itu diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat Gurabunga melalui pembangunan jaringan perpipaan secara bertahap.
“Begitu mendapat informasi, saya langsung meminta teman-teman menyiapkan air bakunya terlebih dahulu. Selanjutnya, air tersebut akan diupayakan untuk disalurkan secara bertahap ke Gurabunga,” ujar Dody.
Baca Juga: Jasa Raharja Siapkan Tiga Strategi Hadapi Angkutan Nataru 2026/2027
Penyediaan air baku oleh BWS Maluku Utara akan didukung pembangunan infrastruktur penampungan atau reservoir, pompa, dan jaringan perpipaan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Maluku Utara.
Pekerjaan yang direncanakan mencakup pembangunan rumah pompa dengan dukungan panel surya, pemasangan pompa berkapasitas 10 liter per detik, serta pemasangan pipa transmisi berbahan High-Density Polyethylene (HDPE) berdiameter 110 milimeter sepanjang sekitar 1.750 meter.



Mata Air Disiapkan sebagai Alternatif
Selain membangun sumur bor, Kementerian PU akan memeriksa potensi mata air di sekitar Gurabunga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi sumber air dan kecukupan debitnya sehingga dapat dipertimbangkan sebagai sumber air alternatif.
“Tadi juga disampaikan ada mata air, tetapi kondisinya kurang terawat. Kita akan mengirim tim untuk memeriksa agar bisa menjadi sumber air cadangan. Kalau air dari mata air mencukupi, kita bisa memanfaatkannya,” jelas Dody.
Penanganan kebutuhan air bersih di Tidore Kepulauan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi sumber air dan kebutuhan masyarakat di sejumlah kelurahan.
Secara keseluruhan, rencana pembangunan infrastruktur air bersih mencakup 11 titik sumur air tanah, tujuh unit reservoir, serta jaringan perpipaan sepanjang sekitar 11,86 kilometer. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan air bersih bagi sekitar 2.200 jiwa di Kelurahan Tomagoba, Forarora, dan Gurabunga. (CHI)
Baca Juga: Hutama Karya Perbaiki Jalan Tol Trans Sumatera, Pengguna Diminta Waspada












