Home Berita ASDP Layani 232 Lintasan Perintis, Perkuat Konektivitas Wilayah 3T

ASDP Layani 232 Lintasan Perintis, Perkuat Konektivitas Wilayah 3T

Share

JAKARTA, LINTAS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melayani 232 lintasan perintis dan 94 lintasan komersial untuk memperkuat konektivitas antarpulau, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses transportasi, mendukung distribusi logistik, serta memperluas peluang ekonomi masyarakat dalam momentum peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, semangat persatuan dan kebersamaan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda sejalan dengan peran perusahaan dalam menghubungkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Heru, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau menjadikan konektivitas sebagai faktor penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

Kapal ASDP. Dok/PT ASDP

“Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa persatuan Indonesia perlu terus dijaga melalui langkah nyata. Bagi ASDP, salah satu wujudnya adalah menghadirkan layanan penyeberangan yang menghubungkan masyarakat antarpulau. Setiap lintasan yang dilayani bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka akses dan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama,” ujar Heru.

326 Lintasan

Secara nasional, ASDP mengoperasikan 326 lintasan yang terdiri atas 232 lintasan perintis dan 94 lintasan komersial. Dengan komposisi tersebut, sekitar 71 persen jaringan lintasan ASDP merupakan layanan perintis yang berperan menjaga akses transportasi di wilayah dengan pilihan angkutan terbatas.

Berbeda dengan lintasan komersial, layanan perintis merupakan bagian dari pelayanan publik yang dijalankan melalui penugasan pemerintah. Layanan ini menjangkau wilayah yang secara ekonomi belum sepenuhnya dapat dilayani berdasarkan mekanisme pasar, tetapi membutuhkan transportasi untuk menunjang kehidupan masyarakat.

Melalui penyeberangan perintis, masyarakat kepulauan dapat menjangkau pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan. Angkutan laut tersebut juga membantu distribusi hasil pertanian, perikanan, serta berbagai komoditas lokal menuju pasar yang lebih luas.

Ketersediaan transportasi antarpulau turut membuka peluang usaha dan mendukung mobilitas generasi muda, yang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Lintasan Perintis

Salah satu upaya ASDP memperkuat konektivitas perintis dilakukan melalui pengoperasian lintasan Banggai–Paisulamo–Dungkean di Sulawesi Tengah pada Januari 2026. Lintasan yang dilayani KMP Teluk Tolo ini mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok antarpulau, sekaligus memperluas akses ekonomi bagi masyarakat Banggai Laut.

Kehadiran layanan penyeberangan di wilayah kepulauan juga memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda. Pelajar dapat menjangkau fasilitas pendidikan, sedangkan pelaku usaha muda memiliki peluang untuk memasarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Heru menambahkan, penguatan konektivitas nasional membutuhkan sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan seluruh pemangku kepentingan. ASDP berkomitmen menjalankan perannya sebagai operator penyeberangan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas pelayanan, dan keberlanjutan akses transportasi masyarakat.

“Persatuan tidak hanya diwujudkan melalui semangat kebangsaan, tetapi juga melalui kesempatan yang semakin terbuka bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Kami berharap konektivitas penyeberangan dapat menjadi salah satu penggerak kemajuan daerah, termasuk memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi wilayahnya,” kata Heru. (CHI)

Baca Juga: Jalan Tarutung–Sibolga Kembali Bisa Dilalui, Perbaikan Amblas Tuntas

Oleh:

Share