CIBUBUR, LINTAS – Tim gateball Sumatera Utara berhasil mempertahankan posisinya di tiga besar nasional pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball 2026 dengan meraih lima medali, terdiri atas satu emas, dua perak, dan dua perunggu.
Capaian ini memenuhi target minimal kontingen Sumatera Utara yang sebelumnya menempati peringkat ketiga nasional pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara. Hasil tersebut menjadi modal untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi mendatang.
Pelatih tim gateball Sumatera Utara, David, menjelaskan bahwa target kontingen pada Kejurnas Gateball 2026 bukan sekadar meloloskan sejumlah tim ke semifinal, melainkan mempertahankan posisi tiga besar nasional yang telah diraih pada PON XXI.
“Target Sumatera Utara minimal mempertahankan peringkat tiga besar nasional, karena sebelumnya kami berada di peringkat ketiga pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara. Alhamdulillah, target minimal tersebut tercapai. Harapannya, ke depan prestasi ini bisa meningkat dan jangan sampai turun,” ujar David saat diwawancarai Lintas di Cibubur, Sabtu (24/10/2026).
Kejurnas Gateball 2026 berlangsung pada 20–24 Oktober 2026 dan diikuti atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Bagi Sumatera Utara, kejuaraan ini menjadi ajang untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan menjelang kompetisi berikutnya.
Menurut David, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah terbatasnya waktu untuk melakukan seleksi dan mematangkan komposisi pemain. Seleksi daerah baru dilaksanakan pada 23–24 September 2026, sehingga pelatih harus segera menetapkan susunan atlet dan menyusun program latihan sebelum keberangkatan.
Penentuan pemain dilakukan melalui pengamatan dan penilaian dalam pertandingan latihan, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan setiap nomor. Sejumlah atlet juga harus merangkap untuk memenuhi kebutuhan tim yang berlaga di 11 nomor pertandingan.
“Persiapannya memang singkat. Kami menentukan tim berdasarkan permainan yang kami pantau dan nilai. Ada beberapa perubahan komposisi pemain, tetapi sejauh ini hasilnya tidak mengecewakan,” kata David.



Persaingan Ketat
David menilai persaingan dalam Kejurnas Gateball 2026 berlangsung ketat. Salah satu pertandingan yang menjadi evaluasi tim adalah nomor beregu campuran, ketika Sumatera Utara harus mengakui keunggulan Sulawesi Selatan setelah lawan mampu memanfaatkan kesalahan kecil untuk membalikkan keadaan.
“Permainan lawan juga sangat bagus. Pertandingannya saling menyerang, tetapi ketika ada sedikit kesalahan, mereka bisa memanfaatkannya dan mempertahankan keunggulan. Kami mengapresiasi permainan tim Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Selain persaingan yang ketat, keterbatasan jam terbang menjadi pekerjaan rumah bagi tim Sumatera Utara. David menjelaskan, sejumlah atlet yang sebelumnya menjadi andalan telah kembali ke daerah masing-masing sehingga kesinambungan latihan menjadi tantangan, khususnya dalam mempersiapkan tim beregu putra.
Meski demikian, raihan lima medali menjadi modal penting bagi Sumatera Utara untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi mendatang.
Usulan Peningkatan
Selain mengevaluasi performa atlet, David menyampaikan sejumlah masukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan berikutnya. Salah satunya adalah penyediaan papan skor (scoreboard) yang dapat dilihat langsung oleh penonton.
Menurutnya, informasi skor yang ditampilkan secara jelas akan membantu penonton memahami jalannya pertandingan sekaligus meningkatkan antusiasme selama kompetisi berlangsung.
“Scoreboard itu sangat penting. Penonton bisa mengetahui skor pertandingan secara langsung sehingga lebih memahami jalannya permainan dan antusiasmenya juga bisa meningkat,” ujarnya.
David juga mengusulkan penambahan jumlah linesman atau petugas garis. Menurut dia, satu petugas dapat kewalahan ketika harus mengawasi permainan dan bergerak mengambil bola di berbagai sisi lapangan.
Penambahan petugas diharapkan mendukung kelancaran pertandingan sekaligus mengurangi risiko kelelahan dan cedera.
Untuk mendukung efisiensi penyelenggaraan, ia juga mengusulkan pelibatan kontingen daerah secara bergantian dalam membantu tugas teknis pertandingan, sesuai ketentuan panitia dan peraturan yang berlaku.
“Kalau memungkinkan, teman-teman dari kontingen bisa dilibatkan untuk membantu perwasitan atau menjadi petugas garis secara bergantian. Selain membantu penyelenggaraan, mereka juga bisa menambah pengalaman dan pengetahuan tentang permainan,” katanya.
BKPON
Menghadapi agenda kompetisi berikutnya, termasuk Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BKPON), David menyoroti pengaturan durasi pertandingan dan ketersediaan lapangan.
Menurutnya, apabila seluruh 11 nomor dipertandingkan, penyelenggara perlu menyediakan waktu yang memadai, terlebih jika jumlah lapangan terbatas.
David juga mengusulkan agar pertandingan semifinal dan final menerapkan durasi 2 × 30 menit untuk menjaga keadilan dan meningkatkan kualitas persaingan antaratlet.
Menurutnya, durasi pertandingan yang konsisten akan memberikan kesempatan bagi setiap tim untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
David berharap pengalaman dari Kejurnas Gateball 2026 menjadi bekal bagi Sumatera Utara untuk memperkuat persiapan, meningkatkan jam terbang, dan mempertahankan prestasi pada kompetisi mendatang.
Di sisi penyelenggaraan, perbaikan teknis diharapkan dapat mendukung kompetisi gateball nasional yang lebih tertib, efektif, dan berkualitas. (PAH/ROY)












