Home BeritaBerita Headline Kompak Berpasangan, Maksimal dalam Pukulan

Kompak Berpasangan, Maksimal dalam Pukulan

Share

Gateball (gateball) adalah olahraga antara dua tim yang dimainkan dengan tongkat pemukul (stick) dan bola, dengan tujuan memukul bola melewati tiga gerbang (gate) dan terakhir mengenai tiang sasaran (goal pole). Sekilas mirip croquet, tapi gateball punya aturan taktik dan strategi tim yang cukup dalam. Di Indonesia, olahraga ini digemari lintas usia dan kini semakin banyak dimainkan oleh pasangan suami istri dalam kategori ganda campuran maupun kategori khusus pasangan (couple).

Salah satu kategori yang cukup unik dan dinanti adalah kategori Even Couple, yaitu pertandingan yang khusus mempertemukan pasangan suami istri sebagai satu tim. Berbeda dengan kategori beregu biasa, dalam kategori ini keserasian dan keharmonisan pasangan menjadi faktor penentu, bukan sekadar kemampuan teknis memukul bola.

Salah satu event Even Couple dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2026, diikuti oleh 16 tim pasangan suami istri dari berbagai daerah, di antaranya Yogyakarta, Bandung, dan Purworejo. Setelah melalui babak penyisihan dan final yang ketat, pasangan Nofiar dan Maswarni berhasil tampil sebagai Juara I, mengungguli pasangan-pasangan lain yang tidak kalah tangguh.

Kemenangan pasangan suami istri dalam kategori ini sesungguhnya bukan semata soal ketepatan pukulan, melainkan cerminan dari kekompakan di luar lapangan. Dalam gateball berpasangan, suami dan istri harus saling membaca posisi, saling percaya terhadap keputusan pasangan, dan saling mendukung ketika salah satu melakukan kesalahan.

Ketika komunikasi terganggu, atau salah satu pasangan meragukan kemampuan yang lain, konsentrasi bersama pun ikut buyar dan pukulan yang seharusnya matang menjadi tidak maksimal. Sebaliknya, pasangan yang serasi akan saling menguatkan: satu memukul dengan tenang karena yakin pasangannya siap melanjutkan strategi berikutnya. 

Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa performa tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi oleh kualitas relasi di antara anggotanya. Pada pasangan suami istri, relasi ini terbentuk dari kebiasaan sehari-hari di rumah yang kemudian terbawa ke lapangan pertandingan. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi renungan agar keharmonisan pasangan tetap terjaga, baik di rumah maupun saat bertanding:

  1. Saling percaya pada keputusan pasangan. Ketika pasangan memilih strategi memukul, dukung keputusan itu tanpa meragukannya di tengah permainan.
  2. Komunikasikan strategi dengan tenang, bukan dengan nada menyalahkan, terutama saat terjadi kesalahan pukulan.
  3. Rayakan proses, bukan hanya hasil. Pukulan yang gagal bukan alasan untuk saling menyalahkan, melainkan bahan evaluasi bersama..
  4. Jaga keharmonisan di luar lapangan, karena kekompakan bertanding sesungguhnya adalah cerminan dari keharmonisan rumah tangga sehari-hari.

Selamat kepada pasangan Nofiar dan Maswarni atas raihan Juara I pada event Even Couple 4 Juli 2026. Semoga menjadi inspirasi bagi pasangan-pasangan lain bahwa pukulan terbaik lahir dari hati yang selaras. Terima kasih, semoga bermanfaat, sampai jumpa di kesempatan berikutnya.

Penulis : Dr. Ir. Maswarni, M.M
Editor  : Ir. Nofiar, M.M

Oleh:

Share