JAKARTA, LINTAS – Pembinaan berjenjang, kompetisi rutin, sistem pemeringkatan, dan regenerasi atlet menjadi kunci keberhasilan kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meloloskan enam nomor pertandingan ke semifinal Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball 2026. Dari 11 nomor yang diikuti, enam di antaranya berhasil menembus babak semifinal.
Ketua Umum Pergatsi DIY Julianto mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga kompetisi yang lebih tinggi. Pembinaan sejak usia pelajar menjadi salah satu upaya untuk menyiapkan atlet berprestasi sekaligus menjaga regenerasi.
“Kita berawal dari kabupaten, kota, termasuk beberapa event. Mulai tingkat pelajar, kemudian khusus SMP yang punya kelas khusus olahraga. Termasuk juga sirkuit dan kejuaraan rutin,” ujar Julianto kepada Lintas di Lapangan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya melalui latihan. Atlet perlu mendapatkan kesempatan bertanding secara rutin agar kemampuan mereka dapat diukur dan dikembangkan. Melalui kompetisi, pengurus dan pelatih juga dapat memantau perkembangan pemain serta menilai kesiapan mereka untuk bersaing di tingkat nasional.
Pergatsi DIY turut menerapkan sistem penilaian dan pemeringkatan berdasarkan hasil kejuaraan. Sistem tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan atlet yang dipilih untuk mengikuti kompetisi, termasuk kejurnas.
Julianto menjelaskan, proses seleksi dilakukan dengan memanggil atlet untuk bertanding dan menilai kemampuan masing-masing. Hasil pertandingan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan atlet yang layak mewakili DIY.
Baca Juga: Kejurnas Gateball 2026 Tuntas Digelar di Cibubur, Sulawesi Tengah Raih Juara Umum
“Setiap kejuaraan memiliki nilai. Sistem itu sudah berjalan dan dipegang oleh para pelatih. Mereka membantu mencari bibit-bibit yang berbakat dan berprestasi untuk dikembangkan ke level berikutnya,” katanya.
Pelatih di tingkat kabupaten dan kota berperan dalam mengidentifikasi potensi atlet sejak awal. Dengan pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan, atlet yang menunjukkan perkembangan dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi.

Atlet Muda
Pola pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mempercepat regenerasi atlet. Dari total 22 atlet yang dibawa DIY ke Kejurnas Gateball 2026, sekitar 70–80 persen merupakan atlet muda.
Julianto menilai, pemberian kesempatan kepada atlet muda menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan prestasi. Dengan pengalaman bertanding sejak dini, mereka diharapkan mampu berkembang dan menggantikan atlet senior ketika diperlukan.
“Dengan pembatasan usia, kita harus siap-siap supaya atlet-atlet muda bisa tampil. Alhamdulillah, sekarang banyak atlet muda yang bisa tampil,” ujarnya.
Meski memiliki sistem seleksi dan pemeringkatan, penentuan atlet untuk kejurnas tetap menghadapi sejumlah kendala. Beberapa atlet tidak dapat mengikuti pertandingan karena pekerjaan, sedangkan atlet pelajar harus menyesuaikan jadwal kompetisi dengan kegiatan sekolah.
Julianto mengatakan, perubahan jadwal kejurnas juga memengaruhi ketersediaan atlet. Sebelumnya, agenda pertandingan diharapkan berlangsung pada masa libur sekolah agar atlet pelajar dapat berpartisipasi tanpa mengganggu pendidikan mereka.
Kendala tersebut membuat peringkat atlet tidak selalu dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan kontingen. Kesiapan dan ketersediaan atlet pada jadwal pertandingan tetap menjadi pertimbangan.
Meski demikian, hasil Kejurnas Gateball 2026 menunjukkan bahwa pembinaan berjenjang, kompetisi rutin, sistem evaluasi, dan regenerasi merupakan bagian penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi persaingan nasional.
Soroti Kondisi Lapangan Kejurnas
Di samping membahas pembinaan atlet, Julianto memberikan catatan terhadap kondisi lapangan yang digunakan dalam Kejurnas Gateball 2026. Menurutnya, fasilitas pertandingan pada kejuaraan tingkat nasional seharusnya memenuhi standar yang layak dan memberikan kenyamanan bagi atlet.
Ia bahkan menilai kondisi lapangan pada kejurnas kali ini mengalami penurunan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Karena itu, Julianto berharap Pengurus Besar (PB) Pergatsi memberikan perhatian terhadap pemilihan dan kesiapan lapangan untuk kejuaraan mendatang.
“Kalau saya nilai, dari segi lapangannya mungkin menurun dibandingkan yang kemarin. Event tertinggi dari PB adalah kejurnas, jadi seharusnya kejurnas memberikan contoh lapangan yang layak,” kata Julianto.
Menurutnya, kualitas fasilitas pada kejurnas penting karena dapat menjadi acuan bagi penyelenggaraan kompetisi di daerah. Jika kejuaraan nasional menggunakan fasilitas yang kurang memadai, ia khawatir hal tersebut dapat memengaruhi standar penyelenggaraan pertandingan di daerah.

Selain kondisi lapangan, Julianto menilai pelaksanaan pertandingan secara umum sudah berjalan cukup baik. Pengaturan waktu pertandingan dan penyampaian informasi melalui situs web dinilai membantu kelancaran kegiatan.
Namun, ia menyoroti belum tersedianya papan skor (scoring board) yang dapat memudahkan peserta dan penonton memantau hasil pertandingan.
“Kesiapan panitia seharusnya juga mencakup papan skor. Mungkin ada keterbatasan personel atau anggaran, tetapi jangan sampai kebutuhan seperti itu tidak tersedia,” ujarnya.
Ia berharap evaluasi terhadap fasilitas dan teknis penyelenggaraan dapat menjadi bahan perbaikan bagi kejurnas berikutnya. Menurutnya, peningkatan kualitas kompetisi perlu berjalan beriringan dengan pembinaan atlet agar prestasi gateball Indonesia semakin berkembang.
Prambanan Cup 2027
Selain memperkuat pembinaan atlet, Pergatsi DIY berencana menggelar turnamen gateball di Yogyakarta pada 2027. Salah satu agenda yang disiapkan adalah Prambanan Cup, yang direncanakan berlangsung pada Mei 2027.
Julianto mengatakan, penyelenggaraan turnamen tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi atlet untuk berkompetisi dan menambah pengalaman bertanding.
“Kita merencanakan ada event-event turnamen di Jogja. Nanti apakah itu nasional atau internasional, bisa diikuti. Tunggu tanggal mainnya,” pungkas Julianto. (PAH/CHI)
Baca Juga: Pesawat Perintis Rute Timika-Sugapa Keluar Landasan, Seluruh Penumpang Selamat











