JAKARTA, LINTAS – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan sejumlah agenda program perumahan hingga akhir 2026.
Agenda tersebut meliputi gentengisasi di Majalengka, Jawa Barat, akad massal 71.000 rumah di Malang, Jawa Timur, serta program bedah rumah di Jakarta dengan target 10.300 unit.
Dalam arahannya pada rapat Kementerian PKP, Jumat (23/10/2026) malam, Maruarar menyampaikan bahwa kegiatan gentengisasi di Majalengka direncanakan berlangsung pada 8 November 2026 dengan mengundang Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut direncanakan melibatkan 600 truk untuk mengangkut 2,4 juta genteng.
Kegiatan ini juga akan menjadi kesempatan untuk bertemu dengan 600 sopir, 600 kenek, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang produknya telah memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menurut Maruarar, keterlibatan UMKM dalam program tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran produk lokal sekaligus meningkatkan akses pelaku usaha terhadap pembiayaan.
Dukungan perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Jabar, diharapkan membantu UMKM memperoleh akses layanan keuangan.
Program serupa juga direncanakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Target Akad 71.000 Rumah
Selain gentengisasi, Kementerian PKP menargetkan pelaksanaan akad rumah bagi 71.000 unit pada 17 Desember 2026 di Malang, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di ratusan titik di Indonesia bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Maruarar menyebut target tersebut merupakan kelanjutan dari capaian kegiatan sebelumnya yang meningkat secara bertahap, yakni 25.000, 50.000, hingga 62.000 rumah.
“Mohon doanya, dua bulan lagi 71.000 di Malang,” ujar Maruarar.
Target tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian melalui program pembiayaan dan kepemilikan rumah.
Bedah 10.300 Rumah di Jakarta
Kementerian PKP juga merencanakan program bedah rumah di Jakarta pada 23 Desember 2026. Menurut Maruarar, kegiatan itu direncanakan melibatkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyoroti masih banyak warga Jakarta yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Berdasarkan data yang disampaikan Maruarar, jumlah warga yang menghadapi kondisi tersebut mencapai lebih dari 800.000 orang.
Untuk menangani persoalan itu, pemerintah menargetkan program bedah rumah sebanyak 10.300 unit pada 2026. (CHI)












