JAKARTA, LINTAS – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi di lingkungan kementeriannya.
Ia meminta seluruh jajaran menjaga integritas, nama baik keluarga, serta kepercayaan pemerintah dan masyarakat yang telah dibangun melalui kerja keras.
Pesan tersebut disampaikan Maruarar saat memberikan arahan dalam rapat bersama jajaran Kementerian PKP di kantornya, Jumat (23/10/2026) malam.
Ia mengingatkan bahwa reputasi dan kepercayaan publik membutuhkan waktu serta pengorbanan untuk dibangun, tetapi dapat rusak akibat tindakan segelintir orang.
“Saya tidak akan pernah toleransi sama korupsi. Kepercayaan ini tentu kepercayaan dari Tuhan, Presiden, DPR, dan masyarakat. Jangan sampai kita sudah dua tahun membangun reputasi dan kepercayaan, tetapi ada segelintir dari kita yang merusaknya,” kata Maruarar.
Ia menegaskan, setiap pelanggaran yang berkaitan dengan korupsi akan ditindak secara tegas. Karena itu, seluruh pegawai diminta menjalankan tugas sesuai aturan dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepada mereka.
Menurut Maruarar, menjaga integritas merupakan tanggung jawab seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural hingga pegawai pelaksana.

Ia juga mengapresiasi kontribusi pegawai yang selama ini bekerja untuk mendukung program perumahan bagi masyarakat.
Keterbukaan Anggaran
Selain integritas, Maruarar menekankan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program kementerian.
Ia mengatakan, komunikasi yang terbuka dan cepat perlu terus dijaga, baik di lingkungan internal maupun dalam hubungan dengan masyarakat, DPR, dan pemerintah.
Ia mempersilakan masyarakat, media, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) ikut mengawasi pelaksanaan program dan penggunaan anggaran Kementerian PKP.
“Kalau kita tidak korupsi, kenapa kita perlu takut? Bahkan, kita gunakan kontrol publik, media, LSM, siapa pun, untuk memantau kita. Kita malah terbantu,” tuturnya.
Maruarar menilai pengawasan publik merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas kementerian. Karena itu, keterbukaan yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya harus dipertahankan.
Ia juga meminta jajarannya terus mencari solusi atas berbagai persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian masalah harus dilakukan sesuai ketentuan, dengan cepat, memanfaatkan teknologi, serta disertai kerja keras dan terobosan.
Bangun Tim yang Solid
Maruarar mengingatkan jajarannya untuk menjaga kesehatan, semangat kerja, dan kehormatan institusi. Ia mengapresiasi pegawai yang telah bekerja keras, termasuk mereka yang sempat sakit atau harus menjalani perawatan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga pegawai yang turut mendukung pelaksanaan tugas, meskipun waktu bersama keluarga mungkin berkurang karena tanggung jawab pekerjaan.
Maruarar menegaskan, pencapaian kementerian tidak bergantung pada satu orang, melainkan pada kerja sama seluruh unsur organisasi.
Karena itu, ia meminta setiap pegawai mengambil peran sesuai tugas masing-masing dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
“Saya bangga sama Saudara-saudari semua, Eselon 1, Eselon 2, Eselon 3, Kepala Balai, Satgar, CPNS, office boy, keamanan, para sopir, operator, semuanya punya jasa yang baik. Karena kita membangun Superman tidak mungkin, yang harus kita bangun adalah Super Team di Kementerian Perumahan,” kata Maruarar. (CHI)












