JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan penanganan dampak banjir di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, melalui normalisasi Sungai Pangur dan perbaikan tanggul di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang.
Hingga 2 November 2026, pekerjaan difokuskan pada pemulihan alur sungai dan penanganan tanggul untuk mengurangi risiko luapan air ke kawasan permukiman.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan bencana hidrometeorologi dilakukan melalui langkah tanggap darurat sekaligus persiapan penanganan permanen untuk mengurangi risiko banjir berulang.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” kata Dody dikutip Rabu (4/11/2026).
Baca Juga: Kementerian PKP Perluas Skema Pembiayaan untuk Percepat Penyediaan Hunian Terjangkau
Pulihkan Sungai
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Kementerian PU mengerahkan satu unit excavator untuk melaksanakan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penanganan darurat untuk memulihkan fungsi sungai sekaligus meningkatkan perlindungan kawasan permukiman.


Penanganan Sungai Pangur dimulai pada 29 Oktober 2026 dengan mobilisasi alat berat dan pekerjaan perbaikan tanggul di Desa Badak. Pada 30 Oktober, pekerjaan dilanjutkan dengan perbaikan tanggul. Selanjutnya, normalisasi sungai dilakukan pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Memasuki 2 November 2026, pekerjaan kembali dilanjutkan dengan fokus pada normalisasi alur sungai dan penanganan tanggul di kawasan Desa Badak.
Kepala BWS Sumatera I Asyari menyampaikan, sesuai arahan Menteri PU dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA), seluruh jajaran BWS Sumatera I harus selalu siaga dan merespons setiap kejadian banjir maupun tanah longsor di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
“Langkah ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung upaya penanganan darurat, percepatan penanggulangan bencana, serta memastikan keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” tuturnya.
Selain di Desa Badak, Kementerian PU juga melanjutkan normalisasi sungai di sejumlah lokasi terdampak banjir lainnya di Kabupaten Gayo Lues.
Pada 22–24 Oktober 2026, satu unit excavator dimobilisasi untuk menangani Sungai Pining di Kecamatan Pining. Pekerjaan kemudian dilanjutkan di Desa Pintu Rime pada 26–30 Oktober 2026.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU melalui BWS Sumatera I terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menentukan prioritas penanganan serta memantau kondisi sungai. Koordinasi tersebut dilakukan agar pekerjaan darurat dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. (CHI)
Baca Juga: Pascabencana, Kementerian PU Bangun TPA dan Pulihkan Fasilitas Sanitasi di Sumut












