Home Berita Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Ditjen Hubla Perketat Pemeriksaan demi Keselamatan

Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Ditjen Hubla Perketat Pemeriksaan demi Keselamatan

Share

JAKARTA, LINTAS — Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi laut. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan langsung meningkatkan pemantauan dan pemeriksaan di sejumlah pelabuhan untuk memastikan keselamatan pengguna jasa, petugas, kapal, serta keberlangsungan operasional pelabuhan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menyampaikan duka cita atas bencana gempa yang terjadi di NTT. Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan fasilitas pelabuhan yang terdampak.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” kata Masyhud dalam keterangan tertulisnya.

Masyhud juga menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di wilayah terdampak untuk meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya selama 24–48 jam setelah gempa.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik dan BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran hingga akses menuju pelabuhan.

“Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis,” tegasnya.

Sejumlah Pelabuhan Mengalami Kerusakan

Berdasarkan laporan UPT Ditjen Perhubungan Laut, dampak gempa dirasakan di sejumlah pelabuhan di NTT dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan pada fasilitas utama.

Di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, gempa menyebabkan bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang roboh. Saat gempa terjadi, kapal KM Bukit Siguntang sedang bersandar di dermaga.

Petugas kemudian melakukan langkah-langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang terdampak.

Sementara itu, Pelabuhan Marina Labuan Bajo mengalami keretakan pada tembok kantor dan terminal penumpang serta bagian dermaga. Adapun di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, ditemukan keretakan pada tembok bangunan kantor dan gudang.

Dampak gempa juga sempat memengaruhi perjalanan wisata di Labuan Bajo yang dibatalkan sementara. Namun, pelayanan pelayaran telah kembali dibuka setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan fasilitas dermaga serta terminal penumpang dinyatakan dapat digunakan dengan aman.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Marapokot. Fasilitas causeway dan dermaga eksisting mengalami penurunan elevasi. Selain itu, pagar pembatas di kawasan pelabuhan dilaporkan mengalami keruntuhan.

Selain tiga pelabuhan tersebut, dampak kerusakan ringan hingga sedang juga ditemukan di Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu. Adapun Pelabuhan Larantuka dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

Fasilitas Rusak Tak Boleh Langsung Dioperasikan

Ditjen Perhubungan Laut memastikan pemeriksaan terhadap fasilitas terdampak masih terus dilakukan. Hasil pemeriksaan teknis akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk keputusan mengenai kelayakan fasilitas untuk kembali digunakan.

Masyhud menegaskan fasilitas yang mengalami kerusakan struktural tidak akan dioperasikan sebelum dipastikan aman. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko terhadap keselamatan masyarakat dan petugas.

Pemantauan juga diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kerusakan lanjutan setelah gempa.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan,” kata Masyhud.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memastikan kondisi infrastruktur transportasi laut di wilayah terdampak agar konektivitas dan pelayanan masyarakat di NTT dapat tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan.(CHI)

Baca Juga: Pelabuhan Maumere Terdampak Gempa NTT, PELNI Siapkan Dermaga Alternatif

Oleh:

Share