JAKARTA, LINTAS – Pelabuhan Patimban mulai melayani kapal peti kemas kelas Panamax. Kapal berbendera Portugal, MSC BREMERHAVEN V, bersandar di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban setelah berlayar dari Tanjung Priok, Jakarta, dengan membawa 384 TEUs peti kemas berisi suku cadang otomotif untuk BYD yang akan didistribusikan ke pabriknya di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kapal dengan panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 293,83 meter itu tiba di Pelabuhan Patimban setelah berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Selanjutnya, kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Panjang, Lampung.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, mengatakan bahwa perkembangan Pelabuhan Patimban tidak hanya diukur dari jumlah kapal yang bersandar, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan.
“Bagi kami, ukuran keberhasilan bukan sekadar kapal yang datang, tetapi kemampuan pelabuhan melayani kapal tersebut dengan aman, lancar, dan tepat waktu. Kehadiran MSC BREMERHAVEN V menjadi salah satu bukti bahwa kapasitas pelayanan Pelabuhan Patimban terus berkembang untuk melayani kapal peti kemas berukuran lebih besar. Kami berharap semakin banyak pengguna jasa yang dapat memanfaatkan alternatif layanan logistik melalui Pelabuhan Patimban, khususnya untuk mendukung kebutuhan industri di Jawa Barat dan sekitarnya,” kata Arief dikutip Jumat (7/8/2026).

Suku Cadang Milik BYD
Pada kunjungan tersebut, MSC BREMERHAVEN V membongkar 384 TEUs peti kemas yang berisi suku cadang otomotif (automotive spare parts) milik BYD. Seluruh muatan tersebut selanjutnya didistribusikan menuju Pabrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sehingga semakin mempertegas posisi Pelabuhan Patimban sebagai gerbang logistik yang mendukung aktivitas industri manufaktur di kawasan tersebut.
Masuknya kapal kelas Panamax ini merupakan kelanjutan dari pengembangan layanan peti kemas internasional yang sebelumnya telah dimulai di Pelabuhan Patimban. Setelah sukses melayani ekspor dan impor peti kemas internasional perdana, kini pelabuhan tersebut mampu menangani kapal peti kemas berkapasitas lebih besar.
Perkembangan ini diharapkan dapat memperluas pilihan layanan logistik bagi pelaku usaha, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta memperkuat daya saing industri nasional melalui konektivitas pelabuhan yang semakin baik. Arief menambahkan, ke depan, Pelabuhan Patimban akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan seiring bertambahnya aktivitas layanan peti kemas internasional. (CHI)
Baca Juga: Pelebaran Tol Surabaya–Gempol Capai 97,77 Persen, JTT Kebut Penyelesaian Segmen Kejapanan–Gempol











