JAKARTA, LINTAS — Layanan Commuter Line Jabodetabek pada Senin (21/9/2026) pagi kembali berjalan sesuai jadwal dengan total 1.065 perjalanan. Hingga pukul 08.00 WIB, kondisi di sejumlah stasiun terpantau lancar dan kondusif, dengan jumlah pengguna yang telah naik Commuter Line mencapai 184.929 orang.
Dari pantauan di lapangan, Stasiun Bogor mencatat jumlah pengguna terbanyak, yakni 13.251 orang. Sementara itu, Stasiun Citayam melayani 12.115 orang, Bojonggede 11.220 orang, Bekasi 11.248 orang, dan Sudimara 5.681 orang.
Kembalinya jadwal perjalanan tersebut dilakukan setelah satu rangkaian Commuter Line Indonesia (CLI) 225 selesai menjalani perawatan menyeluruh. Pengoperasian sarana tersebut dilakukan secara bertahap untuk kembali melayani pengguna di lintas Bogor dan Bekasi seperti sebelum menjalani perawatan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan pengoperasian kembali satu rangkaian tersebut memungkinkan KAI Commuter menambah empat perjalanan Commuter Line Bogor. Sebelumnya, jumlah perjalanan telah disesuaikan menjadi 1.061 perjalanan sejak 10 September 2026.
“Mulai Senin ini KAI Commuter kembali menambah empat perjalanan untuk mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut di lintas Bogor menjadi 392 perjalanan yang sebelumnya dilakukan penyesuaian,” kata Karina dikutip Senin (21/9/2026).
Rekayasa Pola Peredaran Sarana
Menurut Karina, penambahan perjalanan diharapkan memberikan ruang bagi pengguna untuk kembali menyesuaikan waktu perjalanannya, terutama pada Senin yang merupakan awal pekan dengan volume pengguna relatif tinggi.
Di tengah penambahan perjalanan pada lintas Bogor, KAI Commuter masih menerapkan rekayasa pola peredaran sarana. Dua rangkaian sarana Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta masih digunakan untuk mendukung layanan di lintas Tanjung Priok.
“Untuk layanan perjalanan Commuter Line Bandara Soetta juga masih dilakukan penyesuaian, dengan melayani sementara sebanyak 52 perjalanan tiap harinya,” kata Karina. (CHI)
Baca Juga: Bendungan Terbesar di Sulawesi Tenggara Senilai Rp 9,8 Triliun Akan Dibangun di Konawe












