Home Berita Pelebaran Tol Surabaya–Gempol Capai 97,77 Persen, JTT Kebut Penyelesaian Segmen Kejapanan–Gempol

Pelebaran Tol Surabaya–Gempol Capai 97,77 Persen, JTT Kebut Penyelesaian Segmen Kejapanan–Gempol

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mempercepat penyelesaian proyek pelebaran Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol segmen Kejapanan–Gempol. Hingga pekan ke-48 pelaksanaan pekerjaan, progres konstruksi telah mencapai 97,767 persen, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jalan tol sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di koridor Trans Jawa.

Pelebaran jalan dilakukan pada ruas KM 769+450 hingga KM 772+650. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan Jalan Tol Surabaya–Gempol sekaligus mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan yang terus meningkat pada salah satu jalur strategis di Jawa Timur.

Pgs. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Dary Achmad Budi, mengatakan pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan agar selesai sesuai target tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kualitas konstruksi.

“Hingga Minggu ke-48, progres pelebaran Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol telah mencapai 97,767 persen. Kami terus mengoptimalkan penyelesaian pekerjaan tersisa melalui evaluasi dan percepatan di lapangan agar dapat memenuhi target yang telah ditetapkan, dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja, mutu pekerjaan, serta kenyamanan pengguna jalan,” ujar Dary, dikutip Kamis (6/8/2026).

Mendukung Mobilitas Masyarakat

Menurutnya, peningkatan kapasitas jalan melalui pelebaran ini menjadi langkah strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan Surabaya, Pasuruan, dan sekitarnya.

Selama proses konstruksi berlangsung, JTT bersama instansi terkait menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas serta menyiapkan perlengkapan keselamatan di sekitar area pekerjaan. Pengawasan rutin juga dilakukan guna memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar mutu konstruksi dan keselamatan kerja.

JTT menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi lokasi proyek dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat mendekati area pekerjaan serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. (CHI)

Baca Juga: Mulai 10 Agustus, MRT Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Glodok dan Kota

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT