JAKARTA, LINTAS — Setelah melakukan peliputan penataan kawasan kumuh melalui program bedah rumah di Menteng Tenggulun, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta, tim Majalah Lintas pada Jumat, 18 September 2026, melanjutkan perjalanan dengan mencoba moda transportasi publik terbaru, LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai (Fase 1B).
Perjalanan tersebut dilakukan bukan sekadar untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Tim Lintas ingin merasakan secara langsung pengalaman menggunakan LRT Jakarta yang baru saja diresmikan, sekaligus melihat bagaimana kehadiran moda transportasi tersebut melayani masyarakat dalam masa awal pengoperasiannya.
Dari kawasan Menteng Tenggulun, Stasiun LRT Manggarai dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Jaraknya sekitar 500 meter, sehingga tim Lintas memilih berjalan kaki menuju stasiun untuk melanjutkan perjalanan.
Momentum ini menjadi menarik karena LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai (Fase 1B) baru resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 16 September 2026, hanya dua hari sebelum tim Lintas mencoba langsung layanan tersebut.
Dengan demikian, perjalanan pada Jumat, 18 September 2026, menjadi kesempatan bagi tim Lintas untuk melihat secara langsung suasana layanan LRT pada hari-hari awal setelah peresmian.


Tarif Promo Rp 8
Antusiasme masyarakat terhadap LRT Jakarta Fase 1B terlihat dari banyaknya warga yang datang untuk mencoba layanan tersebut. Salah satu daya tariknya adalah kebijakan tarif khusus yang diberlakukan pada masa awal pengoperasian.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan tarif promo sebesar Rp8 bagi masyarakat yang ingin mencoba LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai. Tarif tersebut berlaku selama delapan hari sejak peresmian hingga 23 September 2026.
Kebijakan itu disampaikan Pramono saat peresmian pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun LRT Manggarai.
Pada masa promo, suasana stasiun terlihat cukup ramai. Masyarakat datang dengan berbagai tujuan. Sebagian menggunakan LRT sebagai sarana perjalanan, sementara sebagian lainnya datang bersama keluarga hanya untuk merasakan pengalaman menaiki moda transportasi baru tersebut.
Setelah masa promo berakhir, tarif sementara yang diberlakukan adalah Rp5.000, sambil menunggu penetapan tarif reguler pada Oktober 2026.
Adapun jam operasional LRT Jakarta berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 20.00 WIB. Dalam pengoperasian awal Fase 1B, belum seluruh stasiun pada rute Kelapa Gading–Manggarai dibuka untuk masyarakat.
Tiga stasiun baru, yakni Stasiun Pramuka, Matraman, dan Proklamasi, masih dalam tahap evaluasi dan persiapan operasional secara bertahap.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari proses awal pengoperasian sebelum seluruh stasiun dapat melayani masyarakat. Penumpang pada periode ini perlu memperhatikan informasi mengenai stasiun yang sudah beroperasi dan stasiun yang masih dalam tahap persiapan.
Rawamangun, Ramai Penumpang Mahasiswa
Dari Stasiun Manggarai, perjalanan tim Lintas berlanjut menggunakan LRT menuju arah Kelapa Gading. Salah satu titik yang cukup menarik perhatian adalah Stasiun Rawamangun.
Lokasi stasiun yang berada di kawasan pendidikan, khususnya berdekatan dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), membuat stasiun tersebut menjadi salah satu titik turun penumpang dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi.
Saat kereta tiba di Rawamangun, terlihat sejumlah mahasiswa turun untuk melanjutkan aktivitasnya di kawasan sekitar kampus.

Pemandangan tersebut memberikan gambaran bahwa keberadaan LRT tidak hanya menjadi pilihan bagi pekerja dan masyarakat umum, tetapi juga berpotensi mendukung mobilitas mahasiswa yang melakukan perjalanan menuju kawasan pendidikan.
Antusiasme terhadap LRT Jakarta Fase 1B ternyata tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di sepanjang lintasan. Tim Lintas juga menjumpai penumpang yang sengaja datang dari luar Jakarta untuk mencoba moda transportasi tersebut.
Salah seorang warga yang ditemui mengaku berasal dari Bintaro, Tangerang Selatan. Ia datang ke kawasan Manggarai khusus untuk menjajal LRT Jakarta yang baru diresmikan.
Pengalaman pertamanya menggunakan LRT memberikan kesan positif. Ia menilai pelayanan yang diberikan cukup baik, sementara kondisi di dalam kereta terlihat bersih dan nyaman.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian. Selain dilengkapi kamera pengawas atau CCTV, terdapat petugas keamanan yang membantu menjaga ketertiban selama perjalanan.
Bagi warga tersebut, kesempatan menggunakan LRT dengan tarif promo menjadi momentum untuk mencoba secara langsung moda transportasi yang selama ini mungkin hanya diketahui melalui pemberitaan.


Alternatif Transportasi Publik
Kehadiran LRT Jakarta Fase 1B menambah pilihan transportasi publik bagi masyarakat Jakarta. Moda ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi warga yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi.
Pengembangan transportasi massal juga berkaitan dengan upaya meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi di tengah tingginya aktivitas perjalanan di ibu kota.
Salah satu keunggulan rute LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai adalah konektivitas dengan KRL Commuterline di Stasiun Manggarai. Integrasi tersebut memungkinkan penumpang melakukan perpindahan moda dengan lebih praktis.
Dari sisi waktu perjalanan, LRT juga menawarkan waktu tempuh yang relatif singkat. Perjalanan dari Manggarai menuju Velodrome sekitar 15 menit, sedangkan perjalanan dari Manggarai menuju kawasan Kelapa Gading sekitar 28 menit.
Konektivitas tersebut menjadikan Stasiun Manggarai memiliki peran penting sebagai salah satu simpul transportasi yang mempertemukan berbagai perjalanan masyarakat.
Dari Bedah Rumah ke Transportasi Massal
Perjalanan tim Majalah Lintas pada Jumat, 18 September 2026, memiliki cerita tersendiri. Setelah melihat langsung program penataan kawasan kumuh dan bedah rumah di Menteng Tenggulun, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 meter menuju Stasiun LRT Manggarai.
Dari sana, tim Lintas kemudian merasakan langsung perkembangan transportasi publik Jakarta melalui LRT Fase 1B.
Dua pengalaman tersebut memperlihatkan sisi berbeda dari pembangunan perkotaan. Di satu sisi, penataan permukiman diarahkan untuk menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat. Di sisi lain, pembangunan transportasi publik diarahkan untuk memberikan akses mobilitas yang lebih terintegrasi.
LRT Jakarta Fase 1B kini mulai menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Pada masa promo, warga memanfaatkannya untuk berbagai keperluan, termasuk sekadar mencoba bersama keluarga.
Bagi tim Lintas, perjalanan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah infrastruktur transportasi yang baru diresmikan mulai digunakan masyarakat.
Kereta yang bersih, petugas yang tersedia, sistem pembayaran nontunai, fasilitas stasiun, serta konektivitas dengan moda transportasi lain menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Seiring proses evaluasi dan persiapan pembukaan tiga stasiun baru, layanan LRT Jakarta Fase 1B akan terus berkembang. Kehadirannya menambah pilihan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan di Jakarta sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi. (PAH/ROY)












